Pileg 2024
Daftar Bakal Caleg yang Mantan Narapidana, 15 di Antaranya Mantan Koruptor
Sebanyak 12 nama yang masuk dalam daftar calon sementara Pemilu 2024 alias calon legislatif mendapat sorotan dari ICW.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merilis data bakal calon legislatif (bacaleg) yang merupakan mantan terpidana.
Sebanyak 15 nama yang masuk dalam Daftar Calon Sementara Pemilu 2024 alias calon legislatif mendapat sorotan dari ICW.
Nama-nama itu mendapat perhatian lebih karena mereka adalah para mantan koruptor yang sudah menjalani hukuman.
Selain yang berstatus koruptor, KPU lebih umum lagi mengumumkan para bakal caleg berstatus mantan narapidana.
Dari data yang dirilis KPU, setidaknya ada 52 mantan narapidana.
Nha, dari 52 mantan narapidana itu, 15 di antaranya adalah koruptor.

Ketua Divisi Teknis KPU RI, Idham Holik, menejelaskan para bacaleg ini merupakan mantan terpidana yang sudah melewati masa jeda lima tahun tahun atau lebih.
"Mereka mantan terpidana dengan ancaman 5 tahun atau lebih sebagaimana Putusan MK No. 87/PUU-XX/2022," kata Idham saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2023).
Adapun total 52 mantan terpidana yang menjadi bacaleg DPR RI, sedangkan 16 bacaleg DPD RI.
Baca juga: Daftar 12 Mantan Koruptor yang Masuk DCS Pemilu 2024, Ada yang di Dapil Jabar, Termasuk Susno Duadji
Sebagai informasi, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap data terbaru soal mantan napi korupsi yang mencalonkan diri sebagai bacaleg.
Sebelumnya ICW membeberkan ada 12 bekas koruptor yang mendaftarkan dirinya sebagai bacaleg.
Ternyata, data bertambah. Kini total ada 15 eks napi korupsi yang ingin menjadi anggota dewan.
Adapun Berikut ini daftar nama Bacaleg berstatus terpidana baik tindak pidana korupsi hingga kejahatan asusila yang diungkapkan oleh KPU RI:
Bacaleg DPR RI
1. Susno Duadji (PKB Dapil Sumsel II Nomor Urut 2)
2. H. Huzrin Hood (PKB Dapil Kepri Nomor Urut 2)
3. Ali Maskur Masduqi (PKB Dapil Jateng VIII Nomor Urut 7)
4. Rino Lande (PKB Dapil Jatim V Nomor Urut 7)
5. Abdul Halim (PKB Dapil Bali Nomor Urut 2)
6. Yansen Akun Effendy (PKB Dapil Kalbar II Nomor Urut 1)
7. Syaifur Rahman (Partai Gerindra Dapil Jatim IV Nomor Urut 4)
8. H. Amry (Partai Gerindra Dapil Sulsel II Nomor Urut 4)
9. Asep Ajidin (PDIP Dapil Sumbar II Nomor Urut 4)
10. H. Mochtar Mohamad (PDIP Dapil Jabar V Nomor Urut 3)
11. Rokhmin Dahuri (PDIP Dapil Jabar VIII Nomor Urut 1)
12. H. M. Al Amin N. Nasution (PDIP Dapil Jateng VII Nomor Urut 4)
13. H. Teuku Muhammad Nurlif (Partai Golkar Dapil Aceh I Nomor Urut 1)
14. Syahrasaddin (Partai Golkar Dapil Jambi Nomor Urut 6)
15. H. M. Syarif Hidayat (Partai Golkar Dapil Sumsel I Nomor Urut 8)
16. Wendy Melfa (Partai Golkar Dapil Lampung I Nomor Urut 5)
17. M. Iqbal Wibisono (Partai Golkar Dapil Jateng I Nomor Urut 2)
18. Mashur (Partai Golkar Dapil Kalbar II Nomor Urut 4)
19. A. M. Nurdin Halid (Partai Golkar Dapil Sulsel II Nomor Urut 2)
20. Haris Andi Surahman (Partai Golkar Dapil Kalbar II Nomor Urut 5)
21. Bernard Sagrim (Partai Golkar Dapil Papua Barat Daya Nomor Urut 2)
22. H. Abdillah (Partai Nasdem Dapil Sumut I Nomor Urut 5)
23. Budi Antoni Aljufri (Partai Nasdem Dapil Sumsel II Nomor Urut 9)
24. Eep Hidayat (Partai Nasdem Dapil Jabar IX Nomor Urut 1)
25. R. Dikdik Darmika (Partai Nasdem Dapil Jabar XI Nomor Urut 9)
26. Sani Ariyanto (Partai Nasdem Dapil Jateng VIII Nomor Urut 4)
27. Krisna Mukti (Partai Nasdem Dapil Jatim I Nomor Urut 4)
28. Sungkono Ari Saputro (Partai Buruh Dapil Jatim I Nomor Urut 8)
29. Rosalina Kase (Partai Buruh Dapil NTT II Nomor Urut 5)
30. Iwan Krisnanto (Partai Buruh Dapil Kalteng Nomor Urut 1)
31. H. A. Munir (PKS Dapil Kalbar I Nomor Urut 4)
32. Sumiadi (Partai Hanura Dapil Kep. Babel Nomor Urut 2)
33. H. Idham Cholid (Partai Hanura Dapil Jateng VI Nomor Urut 2)
34. Muhamad Zainal Laili (Partai Hanura Dapil Jatim IV Nomor Urut 1)
35. Sandi Suwardi Hasan (Partai Hanura Dapil Jatim IV Nomor Urut 2)
36. Wa Ode Nurhayati (Partai Hanura Dapil Sultra Nomor Urut 1)
37. Arnikeb Eben Tung Sely (Partai Garuda Dapil NTT I Nomor Urut 1)
38. M. Rasyid Rajasa (PAN Dapil Jabar I Nomor Urut 5)
39. Nurul Qomar (PAN Dapil Jabar VIII Nomor Urut 7)
40. H. M. Mujiono (PAN Dapil Jatim V Nomor Urut 1)
41. Rudy (PAN Dapil Kalbar II Nomor Urut 4)
42. Evy Susanti (Partai Demokrat Dapil Jabar III Nomor Urut 5)
43. Lukas Uwuratuw (Partai Demokrat Dapil Maluku Nomor Urut 4)
44. H. Thaib Armaiyn (Partai Demokrat Dapil Malut Nomor Urut 1)
45. Agus Kamarwan (PSI Dapil NTB II Nomor Urut 1)
46. Vicky Prasetyo (Perindo Dapil Jabar VI Nomor Urut 1)
47. Muhajir (Perindo Dapil Jateng VIII Nomor Urut 2)
48. Hendra Karianga (Perindo Dapil Malut Nomor Urut 1)
49. Soleman Sikirit (Perindo Dapil Papua Barat Nomor Urut 1)
50. M. Madini Farouq H (PPP Dapil Jatim IV Nomor Urut 3)
51. Djainudin (PPP Dapil NTT II Nomor Urut 1)
52. Irsyadul Fauzi (Partai Ummat Dapil Sumbar I Nomor Urut 2)
Bacaleg DPD RI
1. Edi Agusdin (Dapil Bengkulu Nomor Urut 6)
2. Patrice Rio Capella (Dapil Bengkulu Nomor Urut 10)
3. Cinde Laras Yulianto (Dapil DIY Nomor Urut 3)
4. Petrus Hilman Dapot Tuah Purba (Dapil Jambi Nomor Urut 14)
5. Dody Rondonuwu (Dapil Kaltim Nomor Urut 7)
6. Emir Moeis (Dapil Kaltim Nomor Urut 8)
7. Rendi Susiswo Ismail (Dapil Kaltim Nomor Urut 16)
8. Ismeth Abdullah (Dapil Kepri Nomor Urut 8)
9. Samson Yasir Alkatiri (Dapil Maluku Nomor Urut 13)
10. Muhaimin Yahya Mutawalli (Dapil NTB Nomor Urut 12)
11. A. Abd. Waris Halid (Dapil Sulsel Nomor Urut 1)
12. Andi Baso Ryadi Mappasulle (Dapil Sulsel Nomor Urut 7)
13. Eva Susanti H Bande (Dapil Sulteng Nomor Urut 9)
14. Rinaldi Damanik (Dapil Sulteng Nomor Urut 18)
15. Sabam Parulian Parsaoran Manalu (Dapil Sumut Nomor Urut 19)
16. Irman Gusman (Dapil Sumbar Nomor Urut 7).
Bacaleg Mantan Koruptor
Pencalonan DPR RI:
1. Abdillah dari Partai NasDem, dapil Sumatera Utara I, nomor urut 5 dengan kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penyelewengan dana APBD.
2. Abdullah Puteh dari Partai NasDem, dapil Aceh II, nomor urut 1 dengan kasus korupsi pembelian 2 unit helikopter saat menjadi Gubernur Aceh.
3. Susno Duadji dari PKB, dapil Sumatera Selatan II, nomor urut 2 dengan kasus korupsi pengamanan Pilkada Jawa Barat 2009 dan korupsi penanganan PT Salmah Arowana Lestari.
4. Nurdin Halid dari Partai Golkar, dapil Sulawesi Selatan II, nomor urut 2 dengan kasus korupsi distribusi minyak goreng Bulog.
5. Rahudman Harahap dari Partai NasDem, dapil Sumatera Utara I, nomor urut 4, dengan kasus korupsi tunjangan aparat Desa Tapanuli Selatan saat menjadi Sekda Tapanuli Selatan.
6. Al Amin Nasution dari PDIP, dapil Jawa Tengah VII, nomor urut 4, dengan kasus menerima suap dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Azirwan untk memuluskan proses alih fungsi hutan lindungan di Kabupaten Bintan.
7. Rokhmin Dahuri dari PDIP, dapil Jawa Barat VII, nomor urut 1, dengan kasu korupsi dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan.
Pencalonan DPD
1. Patrice Rio Capella, dapil Bengkulu, nomor urut 10 dengan kasus menerima gratifikasi dalam proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah BUMD di Sumut oleh Kejaksaan.
2. Dody Rondonuwu, dapil Kalimantan Timur, nomor urut 7 dengan kasus dana asuransi 25 orang anggota DPRD Kota Bontang periode 2000-2004 (saat itu Dody masih menjadi anggota DPRD Kota Bontang).
3. Emir Moeis, dapil Kalimantan Timur, nomor urut 8 dengan kasus suap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Tarahan, Lampung, tahun 2004.
4. Irman Gusman dapil, Sumatera Barat, nomor urut 7, dengan kasus suap dalam impor gula oleh Perum Bulog
5. Cinde Laras Yulianto, dapil Yogyakarta, nomor urut 3, dengan kasus dana purnatugas Rp3 miliar.
(Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow)
Delapan Caleg Terpilih untuk DPR RI Mengundurkan Diri, Satu di antaranya dari Cianjur Jawa Barat |
![]() |
---|
Nama Calon Ketua DPRD Sumedang Ditargetkan Terbit Sebelum Pelantikan Dewan |
![]() |
---|
SOSOK Yuliyah, Penjahit Tak Biasa di Cirebon, dari Benang dan Jarum ke Dunia Politik, Dia Caleg |
![]() |
---|
Cek di Sini, Daftar Nama 732 DCT Anggota DPRD Purwakarta, Ketua KPU Sebut Ada Beberapa Pergantian |
![]() |
---|
Ketua DPD Golkar Jabar Tak Mau Mendengar di Setiap Dapil Ada Caleg Berantem |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.