Pileg 2024

SOSOK Yuliyah, Penjahit Tak Biasa di Cirebon, dari Benang dan Jarum ke Dunia Politik, Dia Caleg

Yuliyah mengaku, pada awalnya ia sama sekali tak memiliki niat untuk terlibat dalam politik.

Editor: Ravianto
eki yulianto/tribun jabar
Yuliyah (51), tukang jahit di Jalan Pangeran Cakrabhuwana, RT.05/2 nomor 334, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengadu nasib dengan ikut nyaleg di Kabupaten Indramayu dalam Pileg 2024 mendatang. 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - YULIYAH (51) bukan penjahit biasa.

Belakangan ia menjadi sorotan lantaran status barunya, sebagai calon anggota legislatif (caleg).

MESKI penghasilan hariannya tak besar, hanya Rp 200-300 ribu, Yuliyah selalu dengan penuh semangat mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk modal kampanye.

Alat peraga kampanye (APK)-nya kini tersebar di wilayah Dapil 3 Indramayu seperti Jatibarang, Sliyeg, Widasari, Bango Dua, Kertasmaya, Sukagumiwang, dan Tukdana.

"Saya berjuang setiap minggu atau dua minggu sekali sosialisasi, dibantu suami yang memiliki jaringan."

"Penghasilan dari usaha jahit saya saya sisihkan untuk kampanye," ujar Yuliyah saat ditemui di lapak jahitnya di Jalan Pangeran Cakrabhuwana, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (27/12).

Meski menghadapi keterbatasan finansial, Yuliyah tetap berusaha bertahan. Sebagai wirausaha paruh baya, harapannya adalah menjadi suara bagi masyarakat yang membutuhkan representasi kuat di tingkat legislatif.

"Ketika kampanye, saya tidak hanya memperkenalkan diri, tetapi juga menyerap aspirasi. Saya memberikan cinderamata alakadarnya, mulai dari makanan hingga alat-alat yang dianggap membantu, seperti alat gatal dan sisir," ujarnya.

Sebelum menjadi penjahit dan kini mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, Yuliyah mengaku sempat menjadi karyawan di tempat pembuatan sandal hotel. 

"Namun, setelah perusahaan tutup, saya berhenti dan mulai menjual alat-alat pembuatan sandal. Kemudian, saya beralih profesi menjadi tukang jahit," ujarnya.

Yuliyah mengaku, pada awalnya ia sama sekali tak memiliki niat untuk terlibat dalam politik.

Namun, semua itu berubah setelah bertemu dengan Eryani Sulam, caleg DPR RI, yang tak lain adalah teman suaminya.

"Awalnya enggak ngerti. Tapi, niat itu datang saat teman suami saya Eryani Sulam main ke rumah, kita ngobrol," kata Yuliyah.

"Dari situ, saya berpikiran untuk nyaleg juga karena sya juga melihat masyarakat Indramayu, khususnya perempuan di daerah saya itu banyak yang bekerja ke luar negeri sebagai TKW." 

Padahal, ujar Yuliyah, bekerja di dalam negeri sebenarnya dapat memberikan solusi lebih baik, tidak hanya dari segi materi, tetapi juga memastikan keluarga tetap terjaga dan terurus.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved