Pileg 2024
SOSOK Yuliyah, Penjahit Tak Biasa di Cirebon, dari Benang dan Jarum ke Dunia Politik, Dia Caleg
Yuliyah mengaku, pada awalnya ia sama sekali tak memiliki niat untuk terlibat dalam politik.
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - YULIYAH (51) bukan penjahit biasa.
Belakangan ia menjadi sorotan lantaran status barunya, sebagai calon anggota legislatif (caleg).
MESKI penghasilan hariannya tak besar, hanya Rp 200-300 ribu, Yuliyah selalu dengan penuh semangat mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk modal kampanye.
Alat peraga kampanye (APK)-nya kini tersebar di wilayah Dapil 3 Indramayu seperti Jatibarang, Sliyeg, Widasari, Bango Dua, Kertasmaya, Sukagumiwang, dan Tukdana.
"Saya berjuang setiap minggu atau dua minggu sekali sosialisasi, dibantu suami yang memiliki jaringan."
"Penghasilan dari usaha jahit saya saya sisihkan untuk kampanye," ujar Yuliyah saat ditemui di lapak jahitnya di Jalan Pangeran Cakrabhuwana, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (27/12).
Meski menghadapi keterbatasan finansial, Yuliyah tetap berusaha bertahan. Sebagai wirausaha paruh baya, harapannya adalah menjadi suara bagi masyarakat yang membutuhkan representasi kuat di tingkat legislatif.
"Ketika kampanye, saya tidak hanya memperkenalkan diri, tetapi juga menyerap aspirasi. Saya memberikan cinderamata alakadarnya, mulai dari makanan hingga alat-alat yang dianggap membantu, seperti alat gatal dan sisir," ujarnya.
Sebelum menjadi penjahit dan kini mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, Yuliyah mengaku sempat menjadi karyawan di tempat pembuatan sandal hotel.
"Namun, setelah perusahaan tutup, saya berhenti dan mulai menjual alat-alat pembuatan sandal. Kemudian, saya beralih profesi menjadi tukang jahit," ujarnya.
Yuliyah mengaku, pada awalnya ia sama sekali tak memiliki niat untuk terlibat dalam politik.
Namun, semua itu berubah setelah bertemu dengan Eryani Sulam, caleg DPR RI, yang tak lain adalah teman suaminya.
"Awalnya enggak ngerti. Tapi, niat itu datang saat teman suami saya Eryani Sulam main ke rumah, kita ngobrol," kata Yuliyah.
"Dari situ, saya berpikiran untuk nyaleg juga karena sya juga melihat masyarakat Indramayu, khususnya perempuan di daerah saya itu banyak yang bekerja ke luar negeri sebagai TKW."
Padahal, ujar Yuliyah, bekerja di dalam negeri sebenarnya dapat memberikan solusi lebih baik, tidak hanya dari segi materi, tetapi juga memastikan keluarga tetap terjaga dan terurus.
Delapan Caleg Terpilih untuk DPR RI Mengundurkan Diri, Satu di antaranya dari Cianjur Jawa Barat |
![]() |
---|
Nama Calon Ketua DPRD Sumedang Ditargetkan Terbit Sebelum Pelantikan Dewan |
![]() |
---|
Cek di Sini, Daftar Nama 732 DCT Anggota DPRD Purwakarta, Ketua KPU Sebut Ada Beberapa Pergantian |
![]() |
---|
Daftar Bakal Caleg yang Mantan Narapidana, 15 di Antaranya Mantan Koruptor |
![]() |
---|
Ketua DPD Golkar Jabar Tak Mau Mendengar di Setiap Dapil Ada Caleg Berantem |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.