Gaya Art Deco Streamline di Hotel Lengkong 1 Salah Satu Bangunan Karya Bung Karno yang Masih Terjaga

Gedung Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (GKPRI) merupakan hasil karya bangunan Sang Proklamator, Ir Soekarno.

Penulis: Nappisah | Editor: Darajat Arianto
Tribunjabar.id/Nappisah
Suasana Hotel Lengkong bergaya Art Deco streamline salah satu jejak Soekarno di Bandung, Jumat (23/6/2023). 

Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gedung Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (GKPRI) merupakan hasil karya bangunan Sang Proklamator, Ir Soekarno.

Namun, saat ini sebagian besar bangunanya difungsikan menjadi Hotel Lengkong dan bangunan GKPRI beralih ke belakang Hotel Lengkong 1, di samping Hotel Lengkong 2.

Alumnus Technische Hoogeschool te Bandoeng, saat ini Institut Teknologj Bandung jurusan Teknik Sipil angkatan 1926 bersama Ir. Roosseno merancang bangunan tersebut bergaya art deco streamline.

Terletak di Jalan Lengkong Besar No 4, Cikawao, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, bangunan ini menjadi ikonik dengan berlapis dinding keramik abu muda.

Berada di antara Jalan Dalem Kaum dan Lengkong Kecil, hanya berjarak 6 menit dengan berjalan kaki dari Museum Konferensi Asia Afrika.

Pengelola Hotel Lengkong 1, Edi mengatakan, sejak berdiri pada tahun 1959, arsitektur tak banyak diubah untuk menjaga keaslian bangunan.

Baca juga: Mengunjungi Rumah Inggit yang Pernah Ditempati Bersama Bung Karno, Saksi Lahirnya PNI dan Lulus ITB

"Perbaikan tentu ada, karena namanya bangunan pasti ada yang harus dibenahi. Namun, tidak menghilangkan nilai yang sudah ditinggalkan," ujarnya, saat ditemui Tribunjabar.id, Jumat (23/6/2023).

Tribunjabar.id berkesempatan untuk menjajal ruang demi ruang di hotel ini.

Begitu masuk, akan dihadapkan konstruksi yang dirancang menghubungkan ke lantai dua.

Setelah menaiki 12 anak tangga, terdapat tangga di kedua belah sisi. Hiasan lukisan masyarakat tempo dulu terpampang di sisi kanan.

Adapun di sisi kiri tangga, lukisan seorang penari menghiasi dinding yang dilapisi wallpaper.

Nuansa retro mendominasi di lantai pertama. Uniknya, lukisan Bung Karno dipajang dekat dengan ruangan front office.

"Lukisan itu saya dapat di daerah Tegallega. Saat saya masih kecil, Soekarno sempat mengunjungi Bandung. Ramai orang yang datang, aslinya kasep (tampan)," ujar Edi.

Hotel Lengkong b
Suasana Hotel Lengkong bergaya Art Deco streamline salah satu jejak Soekarno di Bandung, Jumat (23/6/2023).

Di bawah lukisan tersebut, terdapat prasasti peresmian gedung.

'Gedung PKPN Djawa Barat ini sebagai lambang daja kekuatan anggotanja dengan resmi dibuka pada hari Senin tanggal 20 Djuli 1959 oleh ketua PKPN Djawa Barat - Raden Hasan Permana' demikian tulisan dalam batu tersebut.

Sebagai informasi, bangunan ini telah diresmikan menjadi heritage atau cagar budaya oleh Perda Kota Bandung no 19/2009.

"Tempo dulu, koperasi menjadi salah satu denyut nadi perekomonian Indonesia. Namun, setelah reformasi mengalami titik keterpurukan," ucapnya.

Baca juga: Rumah Karya Bung Karno di Jalan Kasim Kota Bandung Masih Berdiri Berderet dan Tampak Tak Berubah

Gedung bersejarah ini, sejak tahun 2004 dialihpungsikan menjadi hotel dan wisma yang dikelola oleh GKPRI.

Hingga kini, meja, kursi dan perabotan tetap terawat menambah kesan retro begitu masuk ke Hotel Lengkong 1.

Di lantai dua hotel, langit bangunan menyerupai gada yang menjadi ciri khas dari bangunan ini.

Lengkap dengan lampu besar dan ornamen lampu kecil, menambah kesan hangat.

Tak hanya itu, terdapat relief atau gambar timbul yang berasal dari pahatan batu Pangeran Diponegoro menunggangi kuda di dinding sebelah kiri, serta relief pribumi di dinding sebelah kanan.

Kendati demikian, langit-langit atap terdapat jejak atap bocor di beberapa bagian terkesan tak begitu terawat.

Menariknya, anda bisa melihat keindahan Kota Bandung di rooftop atap hotel.

Hotel Lengkong c
Salah satu kamar Hotel Lengkong bergaya Art Deco streamline salah satu jejak Soekarno di Bandung, Jumat (23/6/2023).

Pegangan di tangga berbahan besi itu sudah mulai berkarat.

Saat sampai di rooftop, kabel hingga tali jemuran dan antena berada di lantai paling atas hotel.

"Menurut saya, kedua perancang bangunan ini sengaja membuat lengkungan seperti kapal agar dapat melihat keindahan Kota Bandung dari atas. Tapi sekarang sudah banyak bangunan tinggi," tutur Edi.

Baca juga: Mengenang 122 Tahun Bung Karno di Gedung Indonesia Menggugat, dari Buku Hingga Barang Peninggalan

Ia menambahkan, ciri khas bangunan karya sang proklamator adalah Glassblock atau balok kaca.

"Pilar-pilar penyangga berukuran besar juga ciri khas yang tidak pernah dirubah hingga sekarang," ujarnya.

Tak hanya bangunan GKPRI, kata dia, bangunan yang memiliki interior Art Deco di Kota Bandung yakni Grand Hotel Preanger, Savoy Hooman dan Villa Isola.

Heritage ini memiliki 29 kamar untuk disewakan kepada para pengunjung.

Nuansa kamar pun tak banyak dirubah, di depan kamar terdapat meja dan dua kursi untuk bersantai. Di setiap kamar pun kental dengan nuansa retro dan lukisan tempo dulu. (*)

Baca juga: Hari Ini 53 Tahun Silam, Bung Karno Wafat, Dimakamkan di Blitar Atas Perintah Rezim Orde Baru

Silakan baca berita terbaru Tribunjabar.id lainnya, klik GoogleNews

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved