Selasa, 14 April 2026

Piala AFF U23 2025

Ricuh Antar Kelompok Superter usai Final Piala AFF U-23 2025, Polisi Amankan 22 Orang

Pemeriksaan terhadap 22 orang yang diamankan masih berlangsung di Polres Metro Jakarta Pusat. 

Editor: Ravianto
dok polres jakarta pusat
RICUH SUPORTER - 22 orang diamankan diduga terlibat insiden ricuh usai laga final Piala AFF U-23 2025 antara Timnas Indonesia melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7/2025) malam. (HO/Polres Jakarta Pusat) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kericuhan antar suporter terjadi usai laga Final Piala AFF U-23 2025 antara Timnas Indonesia melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7/2025) malam. 

Di laga itu, Timnas Indonesia U-23 gagal juara karena kalah 0-1 dari Vietnam.

Buntut kekalahan itu, sejumlah kelompok suporter malah terlibat bentrok.

Sebanyak 22 orang diamankan karena diduga terlibat dalam kericuhan

Selain itu, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan satu di antaranya langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut bahwa kericuhan terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Menurutnya, petugas keamanan yang telah disiagakan langsung mengambil langkah cepat untuk meredam situasi.

"Personel kami yang sudah bersiaga langsung bergerak cepat. Kami amankan lokasi, pisahkan kelompok yang terlibat, dan pastikan keributan tidak meluas," ujar Susatyo, Rabu (30/7/2025).

Adapun pendekatan pengamanan dilakukan secara persuasif dan terukur. 

Petugas tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan suasana kembali kondusif dalam waktu singkat.

"Kami sudah siagakan personel pengamanan sejak sebelum pertandingan dimulai. Situasi berhasil dikendalikan, dan saat ini kondisi di sekitar lokasi kejadian sudah kondusif," tambahnya.

Pemeriksaan terhadap 22 orang yang diamankan masih berlangsung di Polres Metro Jakarta Pusat. 

Proses hukum akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Pentingnya para pendukung timnas dan masyarakat umum menjunjung tinggi sportivitas serta tidak meluapkan kekecewaan melalui tindakan anarkis.

"Kalah atau menang adalah bagian dari pertandingan, jangan sampai emosi sesaat justru menimbulkan kerugian dan pelanggaran hukum," tutup Susatyo.(*)

Reynas Abdila/Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved