Government Talk
Pelajar Nikah di Sumedang Tinggi, Pemkab: Siswa Hamil Tak Dikeluarkan, Setelah Lahiran Sekolah Lagi
Tribun Jabar menayangkan acara Government Talk di YouTube tribunjabar video dengan tema “Melanjutkan Sekolah Bagi Anak Yang Menikah Dini Di Sumedang.”
Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Kisdiantoro
Setelah ditelusuri faktor tingginya angka pernikahan dini diantara lain karena faktor ekonomi, pergaulan bebas dan kurangnya pantauan dari keluarga khususnya ibu.
Menurut Eki Riswandiyah dari data tahun 2021, wilayang yang memiliki tingkat pernikahan paling tinggi adalah Kecamatan Jati Nunggal.
Oleh karena itu DPPKB Sumedang melakukan gerakan pencegahan di hulu, dengan mencari elemen yang harus dikuatkan, yakni yang pertama adalah sosok ibu dan yang kedua anak itu sendiri.
Untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas ibu, DPPKB Sumedang mengadopsi program provinsi Jawa Barat, melalui program sekoper cinta.
Dalam program sekoper cinta ini perempuan khususnya ibu-ibu, akan diberikan beberapa modul dan pelatihan di desa, yang terpenting terkait cara meningkatkan kualitas komunikasi ibu dan anak. Dalam satu desa terdapat 3 fasilitator yang mendampingi sekitar 100 perempuan.
Pada tahun 2022, jumlah pernikahan dini menurun sepertiganya, menjadi 451 pernikahan. Meski grafiknya menurun, DPPKB Kabupaten Sumedang terus mengupayakan pencegahan dengan program sekoper cinta dan sekolah ramah anak. (Magang TJ/Chyntia Risdayandini)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.