Ini Cara Mudah dan Nyaman Deteksi Dini Kanker Serviks

Untuk mendeteksi dini kanker serviks kini sudah ada metode yang lebih mudah dan nyaman

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Kepala Divisi Pemasaran Domestik Bio Farma Fitri Puspadewi pada acara Talkshow The Silent Killer "Kenali dan Deteksi Dini Kanker Serviks Sejak Dini" di Gedung Sate, Bandung, Minggu (22/1/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Kanker serviks masih menjadi momok mengerikan bagi kaum wanita. Kanker ini menduduki peringkat kedua  kanker yang banyak menyerang wanita setelah kanker payudara.

Meningkatnya kasus kanker serviks karena masih rendahnya kesadaran untuk melakukan skrining atau deteksi dini.

Pemeriksaan dengan metode saat ini menjadi salah satu alasan kaum wanita enggan melakukan deteksi dini.

Namun kini kaum wanita tak perlu ragu lagi untuk melakukan deteksi dini kanker servisk karena Bio Farma berhasil menciptakan produk untuk membantu mendeteksi kanker serviks.

Baca juga: Kian Banyak Diderita Wanita, Berikut 10 Gejala Kanker Serviks dan Cara Mendeteksinya

Produk karya anak bangsa ini akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi kaum wanita untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana mengatakan Provinsi Jawa Barat mengatakan, saat ini deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan metode papsmear maupun IVA.

"Tapi kini untuk mendeteksi dini kaner serviks akan makin mudah menggunakan HPV Kit yang akan segera dilaunching oleh Bio Farma," kata dr Nina dalam sambutannya pada acara Talkshow The Silent Killer "Kenali dan Deteksi Dini Kanker Serviks Sejak Dini" di Gedung Sate, Bandung, Minggu (22/1/2023).

Talkshow The Silent Killer
Talkshow The Silent Killer "Kenali dan Deteksi Dini Kanker Serviks Sejak Dini" di Gedung Sate, Bandung, Minggu (22/1/2023). (istimewa)

Menurutnya, Pemprov Jabar terus berupaya menekan angka kesakitan akibat kanker serviks dengan memberikan pelayanan deteksi dini kanker servisk di 764 puskesmas yang tersebar di Jawa Barat.

Meski masih menggunakan metode papsmear dan IVA namun pihaknnya berharap dengan cara ini bisa menekan angka kesakitan dan membantu kaum wanita mendapat penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Paling Menyeramkan Bagi Kaum Wanita, Kanker Serviks Bisa Disembuhkan? Ini Kata Pakar

"Deteksi sedini mungkin membantu kaum wanita menadapat penanganan lanjut. Karena selama ini cukup (pasien) datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut," katanya.

Pihaknya juga melakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah penyakit kanker serviks diantaranya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dan rutin melakukan pengecekan kesehatan.

"Kami mengajak masyarakat untuk rutin cek kesehatan secara berkala, minimal setahun sekali agar pasien tidak datang dalam kondisi lanjut," katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Divisi Pemasaran Domestik Bio Farma Fitri Puspadewi mengatakan pada fase awal penderita kanker serviks tidak mengalami gejala yang menonjol, karena itu kanker serviks mendapat sebutan sillent killer.

Ilustrasi kanker serviks
Ilustrasi kanker serviks (dok Bio Farma)

"Fase awal menyerang tidak ada gejala, jadi mrip dengan silent killer. Ditambah cakupan skrining juga masih rendah, masih lima persen, ini salah satunya karena kurangnya pengetahuan atau pemahaman masyarakat khususnya kaum wanita untuk melakukan skrining, serta metode deteksi dini yang membuat wanita merasa kurang nyaman," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved