Opini
Dukungan Digitalisasi Pendidikan bagi Dunia Industri di Indonesia
Di bidang pembangunan pendidikan, Indonesia saat ini beruntung karena memiliki Menristekdibud yang latarbelakangnya tidak lepas dari bidang teknologi
Tidak hanya di bidang pembelajaran, Kemenikbudristek, tengah menghubungkan dunia pendidikan, riset dengan sektor pelaku ekonomi, baik industri kecil menengah hinga manufaktur.
Tantangan kampus dan industri
Teknologi hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi sebagai titik pijak lompatan masa depan yang lebih baik. Satu diantaranya adalah Platform Kedaireka. Platform ini mempertemukan dunia kampus dengan industri dengan dukungan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ) serta KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia).
Dari data Kemendikbudristek hingga akhir tahun 2021, sudah terdapat 1.900 proposal riset yang difasilitasi Kedaireka. Termasuk melibatkan lebih dari seribu perguruan tinggi. Kadaireka menjadi platform marketplace agar siapapun bisa menaruh ide. Apabila di kalangan dunia usaha memiliki problem bisnis dan ingin dipecahkan masalahnya, maka mereka bisa submit di plaform ini. Kemudian satu sama lain akan memberi solusi bersama.
Kedaireka adalah solusi terkini mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi perguruan tinggi dengan komersialisasi industri untuk kemajuan bangsa Indonesia. Ini sangat sejalan dengan visi misi Kampus Merdeka Kemenristekdikti. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana tools ini bisa terinternalisasi hingga ke daerah di seluruh Indonesia agar tercipta ekosistem bersama yang saling menguntungkan?
Strategi dan dukungan digital
Berangkat dengan dari potensi penduduk Indonesia yang sudah melek teknologi informasi, maka hal ini akan menjadi faktor pendukung penting terciptanya ekosistem pendidikan dan ekonomi. Terutama menuju target Indonesia Emas 2045, yakni negara maju di tingkat global yang berkarakter Indonesia. Strategi dan dukungan digital ini harus mempertimbangkan;
Pertama, jumlah kepemilikan ponsel terhubung internet akan menjadi faktor penting pelaku industri baik mikro, makro dan dan manufaktur terkoneksi dengan dunia kampus. Platform Kedaireka Kemenristekdikti bisa menjadi muara simbiosis mutualisme di era Indonesia emas.
Kedua, perlunya tampilan platform yang simpel sehingga tidak menyulitkan pelaku industri manakala meminta advice peluang bisnis kepada kalangan kampus. Terutama bagi para pelaku UMKM.
Ketiga, adanya kecepatan respon dari pihak platform untuk menerima, mengolah, dan menyampaikan feedback ke pelaku bisnis dan industri. Mereka akan terhubung secara digital dengan dasar hasil riset ilmiah pelajar, mahasiswa, dan dosen.
Terakhir, perlunya maintenance communication dari kedua belah pihak dari pusat hingga daerah. Saling memperkuat inovasi-inovasi unggulan agar tujuan awal program Merdeka Belajar di Indonesia bisa mendorong terciptanya, kemajuan. Tertutama di bidang pendidikan dan sektor ekonomi, bisnis serta industri di tanah air. Salam Indonesia Emas 2024. (*)
(Penulis adalah Sosiolog Alumni Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Padjadjaran)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/belanja-online.jpg)