FSPSI Sebut Kondisi Buruh di Kabupaten Bandung Semakin Terpuruk dengan Naiknya Harga BBM

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang FSPSI Kabupaten Bandung, Adang, kondisi buruh di tidak beda jauh dari kota atau kabupaten lain memprihatinkan

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Buruh melakukan long march saat berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, Selasa (13/9/2022). Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang FSPSI Kabupaten Bandung, Adang, kondisi buruh di tidak beda jauh dari kota atau kabupaten lain memprihatinkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebelum harga BBM naik kondisi buruh di Kabupaten Bandung dalam keadaan tidak baik. Karena itu, dengan adanya kenaikan harga BBM kondisinya semakin terpuruk.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Kabupaten Bandung, Adang, mengungkapkan, kondisi buruh di Kabupaten Bandung, tidak beda jauh dari kota atau kabupaten lain yang memprihatinkan.

Menurutnya, kenaikan harga BBM ini sangat luas dampaknya, terhadap komuditi harga kebutuhan pokok, bagi buruh dan masyarakat umum.

Seperti yang diketahui harga BBM jenis Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, harga solar subsidi dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter, dan harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

"Pas pada waktu, sebelum kenaikan harga BBM ini, terjadi kondisi buruh sedang tidak membaik, sedang tidak diuntungkan," ujar Adang, saat dihubungi Tribunjabar.id, Minggu (18/9/2022).

Adang menjelaskan, buruh ini dalam kondisi, ada yang dirumahkan, ada yang kerjanya dalam sebulan hanya seminggu, ada yang dua minggu, atau 10 hari, adi kerjanya tidak full dalam satu bulan.

"Dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba naik lah harga BBM, jadi semakin terpuruk," kata Adang.

Baca juga: Andai Harga BBM Tidak Turun hingga November 2022, Buruh di Cirebon Ancam Lakukan Ini

Ia menjelaskan, artinya bagi buruh yang dirumahkan tidak punya pendapatan, selama dirumahkan, yang bekerja satu minggu, sepuluh hari, dan dua puluh hari, pendapatannya berkurang. Tapi, kata dia, pengeluaran bertambah karena kenaikan BBM berdampak kepada semuanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved