Warga Terdampak Tol Cisumdawu Ngamuk di Kantor BPN Sumedang, Gulingkan Meja dan Lempar Kursi

Warga terdampak pembangunan tol Cisumdawu mengamuk di kantor Badan Pertanahan Nasional Sumedang, merasa dipermainkan hanya karena diundang rapat

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Istimewa
Tangkapan layar sejumlah warga terdampak pembangunan tol Cisumdawu mengamuk di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumedang. Mereka merasa dipermainkan hanya karena diundang rapat, Jumat (16/9/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga terdampak pembangunan tol Cisumdawu mengamuk di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumedang.

Mereka merasa dipermainkan hanya karena diundang rapat.

Dalam video yang diterima TiribunJabar.id, Jumat (16/9/2022) terlihat situasi rapat sedang berlangsung antara pejabat BPN Sumedang, warga terdampak tol Cisumdawu, dan anggota LSM yang mendampingi warga.

Dalam video itu, ketika pejabat BPN sedang bicara, seorang berjas biru tiba-tibba meggulingkan meja, diiringi suara teriakan-teriakan bernada kecewa.

Meja pertama yang terguling itu sekaligus membuat handphone yang merekam kejadian tersebut terjatuh.

Yang terdengar kemudian hanya suara saja.

"Pusing lah cape, diulur-ulur terus, kalau bisa selesaikan," kata sebuah suara.

"Saya kira sudah ada jalan keluarnya," kata suara yang lain.

"Kita akan demo besar-besaran," kata suara lain lagi.

Pemilik handphone kemudian mengambil ponselnya yang terjatuh itu.

Dia kemudian melanjutkan rekamannya. Tampak jelas ruangan sudah berantakan.

Tiga buah meja terguling dan kursi tampak terbanting ke depan are rapat yang tata mejanya letter U.

Seorang tua yang suaranya parau dan patah-patah menggerutu.

Dia kecewa dengan undangan rapat itu yang tak menghadorkan solusi baginya.

"Kalau mau, bongkar lagi tol, jangan lintas ke tanah saya. Saya juga tak begitu mau ada tol," katanya dalam bahasa Sunda.

Kepala Kantor BPN Sumedang Iim Rohiman membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di kantornya.

"Ya, itu terjadi pada hari Rabu (14/9/2022). Kami yang mengundang mereka, tetapi malah terjadi hal-hal yang kurang berkesan dan sangat disayangkan," katanya kepada TribunJabar.id, Jumat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved