Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif, Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok, Masih Banyak Data Ganda di Pemilu 2024

INI adalah Wawancara Eksklusif Tribun Jabar dengan Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok. Rifqi mengemukakan soal pemutakhiran data Pemilu 2024.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, mengemukakan soal pemutakhiran data dalam wawancara eksklusif dengan Tribun Jabar. 

INI adalah Wawancara Eksklusif Tribun Jabar dengan Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok.

Dalam wawancara eksklusif tersebut, Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok, mengemukakan soal pemutakhiran data.

Berikut petikan wawancara eksklusif News Manager Tribun Jabar, Oktora Veriawan dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Rifqi Ali Mubarok di Kantor KPU Jabar, Senin (15/8).

Bagaimana KPU Jabar memastikan akurasi data pemilih?

Baca juga: Jelang Pemilu, Kesehatan Petugas Pemungutan Menjadi Prioritas KPU Jabar Termasuk Kesehatan Personel

Pemutakhiran data penduduk memang selalu menjadi tahapan yang paling sulit dalam penyelenggaraan pemilu, karena penduduk itu dinamis. Semisal ada yang meninggal dan yang masuk dalam masa pemilih.

Ditambah lagi, yang biasa menjadi masalah itu ketika ada keluarganya yang meninggal mereka tak lapor sehingga masih terdata.

Belum lagi, tahapan paling panjang ya tahapan pemutakhiran yang dilakukan dari 2022 sampai ketika hendak pemilihan 14 Februari 2024.

Apalagi, pemilu sebelumnya dilakukan identifikasi pemilih disabilitas, seperti di 2019 ODGJ saja masih harus memilih, sebab kami kan tak bisa hilangkan hak pemilih.

Baca juga: KPU Jabar Bidik Siswa SMA, Diberi Pemahaman Agar Menjadi Pemilih yang Cerdas

Pengalaman dari pemilu 2018 dan 2019 kan ada pemilih ganda atau ODGJ. Bagaimana antisipasinya?

Berkaca dari pengalaman pemilu sebelumnya, KPU RI terus berupaya memperbaiki data pemilih agar akurat dan mutakhir sehingga ada yang dinamakan data berkelanjutan dimulai 2020.

Nanti juga data dari Disdukcapil dan KPU akan disandingkan agar lebih akurat.

Sejauh ini, sudah ada 29 ribuan data yang belum padan alias masih ada yang ganda dari 33 juta penduduk, seperti NIK ganda atau tak jelas. Tapi, kami yakin Insya Allah bisa selesai.

Bagaimana dengan pemilih pemula? Apa yang dilakukan KPU Jabar untuk mendorong mereka menggunakan hak pilihnya?

Mereka harus mendapat informasi yang baik supaya tertarik menggunakan hak pilihnya. Apalagi, kondisinya kan pemilih pemula itu, mereka pasti enggan membicarakan politik.

Kami melihatnya juga sampai sekarang yang membincangkan pemilu masih sedikit. Jadi, kami mencoba untuk mengenalkan lewat media sosial terkait tahapan pemilu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved