Breaking News:

8,5 Ribu Batang Rokok Ilegal di Majalengka Disita Satpol PP dan Bea Cukai Jabar

Kepala Satpol PP dan Damkar Majalengka, Rachmat Kartono, mengatakan penyitaan rokok ilegal tanpa cukai itu bagian dari operasi pemberantasan

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Ribuan batang rokok ilegal disita Satpol PP Jabar dan Majalengka beserta Kantor Bea Cukai Jabar selama dua hari, Jumat (5/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Sebanyak 8,5 ribu batang rokok ilegal berbagai merek yang beredar di dua kecamatan di Kabupaten Majalengka disita petugas Bea Cukai Jawa Barat dan Satpol PP.

Penyitaan ribuan batang rokok ilegal itu dilakukan di toko di perbatasan Kecamatan Cikijing-Cingambul dan Majalengka Kota.

Kepala Satpol PP dan Damkar Majalengka, Rachmat Kartono, mengatakan penyitaan rokok ilegal tanpa cukai tersebut merupakan bagian dari operasi pemberantasan rokok ilegal di Majalengka karena bisa merugikan pendapatan negara.

Dari hasil operasi selama dua hari, kami mengamankan kurang lebih 8,5 ribu batang rokok ilegal.

Mayoritas ribuan rokok itu memiliki kriteria tanpa dilengkapi pita cukai atau polos.

"Kami dari Satpol PP dan Damkar Majalengka beserta Satpol PP Jawa Barat dan Kantor Bea Cukai Jabar selama dua hari ini kami mengadakan penegakan aturan berkaitan dengan penjualan rokok ilegal tanpa cukai."

Baca juga: Rokok Ilegal Beredar Masif di Kabupaten Tasikmalaya, Ratusan Ribu Batang Disita Tahun Lalu

"Dari sana, kami mendapatkan barang sitaan sebanyak 1.100 batang rokok ilegal. Pada hari kedua kami menyita di wilayah Majalengka kota dengan 7.480 batang rokok sehingga keseluruhan 8.580 batang," ujar Rachmat kepada awak media, Jumat (5/8/2022).

Menurutnya, ribuan batang rokok ilegal itu tidak dilengkapi dengan pita cukai atau polos.

Adapun, sebanyak 7 merek rokok yang terdapat dalam ribuan rokok ilegal tersebut.

"Ribuan batang rokok itu diisi dengan berbagai macam merk, yakni sebanyak 7 merek. Tentunya, barang rokok ilegal ini menjadi barang sitaan yang akan dibawa oleh Kantor Bea Cukai Jabar," ucapnya.

Ardinal Muchtar, perwakilan Kanwil Bea Cukai Jawa Barat, mengatakan penemuan rokok ilegal tidak terlepas dari informasi masyarakat.

Di lokasi penyitaan, barang-barang tersebut dijual di tempat yang memang terlihat seperti toko.

"Kami menemukan indikasi penjualan rokok ilegal di dalam toko, kami lalu melakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan ditemukan barang bentuk ilegal."

"Negara mengalami kerugian hingga Rp 6 juta," kata Ardinal.

 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved