Iduladha 2022

Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Meninggal? Begini Penjelasannya Menurut Ustaz Abdul Somad

Bolehkah berkurban untuk orang yang meninggal, baik itu orang tua atau atas nama anaknya yang sudah tiada? Berikut penjelasannya

Editor: Hilda Rubiah
nu.or.id & instagram
Ilustrasi Ustaz Abdul Somad jelaskan hukum berkurban untuk orang yang meninggal 

Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad sebagaimana dirangkum Serambinews.com.

Hukum kurban untuk orang yang sudah meninggal

Seperti ditulis Ustaz Abdul Somad di halaman somadmorocco.blogspot.com, ada ikhtilaf ulama mengenai hukum menyembelih kurban untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Menurut mazhab Syafi’i, dalam tulisan UAS, tidak boleh berkurban untuk orang lain tanpa seizinnya.

Begitu juga bagi orang yang sudah meninggal dunia, tidak boleh berkurban untuknya jika mereka tidak meninggalkan wasiat untuk mengerjakan ibadah tersebut.

Sebaliknya, jika mereka sudah memberikan wasiat sebelum meninggal dunia, maka boleh menyembelih kurban untuknya.

"Dengan wasiatnya itu maka pahala kurban tersebut menjadi miliknya dan seluruh daging kurban tersebut mesti diserahkan kepada fakir miskin."

"Orang yang menyembelihnya dan orang yang mampu tidak boleh memakannya karena orang yang telah meninggal tersebut tidak memberi izin untuk itu," tulis UAS seperti dikutip dalam sebuah artikelnya di laman somadmorocco.blogspot.com.

Penjual hewan kurban di Jalan Cimanuk Timur, Dayung Indramayu, Senin (20/6/2022).
Penjual hewan kurban di Jalan Cimanuk Timur, Dayung Indramayu, Senin (20/6/2022). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Baca juga: 4 Resep Olahan Masakan Daging Sapi Kurban, Bisa Dimasak Jadi Dendeng, Bistik hingga Babat Bacem

Sementara itu, dalam mazhab Maliki, lanjut UAS, makruh hukumnya berkurban untuk orang yang telah meninggal dunia jika ia tidak menyebutkannya sebelum ia pergi menghadap sang Ilahi.

Tapi jika orang tersebut sempat menyatakannya dan bukan nazar, maka dianjurkan bagi ahli waris untuk melaksanakan kurban untuknya.

Sedangkan menurut mazhab Hanafi dan Hanbali, boleh menyembelih kurban untuk orang yang telah meninggal dunia.

"Sama seperti kurban untuk orang yang masih hidup, dagingnya disedekahkan dan boleh dimakan oleh orang yang melaksanakan kurban. Sedangkan pahalanya untuk orang yang telah meninggal dunia," terang UAS dalam tulisannya.

Akan tetapi, tambah UAS, menurut mazhab Hanafi, haram hukumnya bagi pelaksana kurban memakan daging kurban yang ia lakukan untuk orang yang telah meninggal berdasarkan perintah dari orang tersebut.

Pahala kurban untuk orang yang sudah meninggal

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved