Pengadaan Lahan untuk Tol Cisumdawu Belum Kelar, Masih Ada Kendala, Begini Kata BPN Sumedang

Pengadaan lahan untul tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) masih terus berlangsung. BPN menyebut masih ada kendala.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kepala BPN Sumedang, Iim Rohiman, saat diwawancarai TribunJabar.id di Sumedang, Selasa (14/6/2022).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pengadaan lahan untul tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) masih terus berlangsung. Badan Pertanahan Sumedang (BPN) menyebutkan sejumlah kendala yang membuat pengadaan lahan berlarut-larut.

Kepala BPN Sumedang, Iim Rohiman, mengatakan, permasalahan dalam pengadaan tanah untuk tol Cisumdawu sangat beragam. 

"Ada yang tidak sepakat nilainya, bentuknya, alasan haknya, juga ada persengketan antara pemilik lahan dengan pihak lain yang sama-sama mengklaim lahan yang sama," kata Iim di Sumedang, Selasa (14/6/2022).
 
Hingga kini, pengadaan lahan untuk tol Cisumdawu memang sedikit lagi rampung.

Namun, sisanya masih tetap menjadi kendala sehingga pemerintah pusat menginstruksikan tahun ini pengadaan harus 100 persen. 

Baca juga: Polisi Bidik Tersangka Baru Kelompok Khalifatul Muslimin, dari Sukabumi dan Bogor, Sebelumnya Cimahi

"Di Seksi 1 Cisumdawu itu sudah 99,3 persen. Jadi tinggal 0,7 persen yang belum. Di Seksi 2, pengadaan selesai 98 persen lebih. Tahun ini selesai," kata Iim. 

Baca juga: Ratusan Warga Hentikan Proyek Renovasi Jembatan Bagbagan Sukabumi Setelah Tiga Orang Tercebur Sungai

Iim mengatakan, persoalan di lapangan yang masih mengganjal kini diatur oleh Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 19 Tahun 2021, yang merupakan turunan PP dengan nomor yang sama. 

"Aturan itu berbunyi bidang-bidang tanah yang sengketa dan pemiliknya menolak, diselesaikan melalui konsinyasi. Konsinyasi adalah penitipan ganti rugi ke Pengadilan Negeri (PN) Sumedang," katanya.  

Di PN belum semuanya lahan yang bermasalah dititipkan ganti ruginya. Sebagian besar yang bermasalah ada yang sudah dititipkan, namun ada pula yang masih dalam progres. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved