Tak Bisa Bertemu Langsung, Warga Binaa Lapas Sumedang Halal Bihalal dengan Keluarga Lewat Video Call

Lapas Sumedang memberikan layanan video call bagi semua narapidana, waktunya sepuluh menit per orang.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Warga binaan di Lapas Kelas IIB Sumedang tengah melakukan Halalbihalal dengan keluarga mereka melalui video call, Senin (2/5/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Halal Bihalal adalah tradisi yang biasa dilakukan warga muslim di manapun setelah Hari Raya Idulfitri.

Tradisi ini adalah upaya saling meminta maaf dan saling memaafkan antar sesama muslim.

Di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II B Sumedang, warga binaan yang 99 persen pemeluk agama Islam juga halal bihalal, Senin (2/5/2022) dengan sesama warga binaan dan dengan keluarga masing-masing.

Sayangnya, dengan keluarga mereka di rumah, perjumpaan hanya bisa dilakukan melalui video call. Lapas Sumedang memberikan layanan video call bagi semua narapidana, waktunya sepuluh menit per orang.

Baca juga: Napi Teroris yang Hendak Ledakan Gedung KPU Dapat Remisi Idulfitri di Lapas Sumedang, Ini Sosoknya

"Ini pelayanan kami untuk keluarga yang ingin menjenguk atau narapidana yang ingin dijenguk. Layanan bertemu langsung dihapuskan sejalan dengan situasi pandemi, gantinya adalah layanan video call," kata Kepala Lapas Sumedang, Imam Sapto Saat diwawancarai TribunJabar.id.

Menurut Imam Sapto, ada 6 unit personal computer (PC) yang dipergunakan para napi untuk menghubungi keluarganya.

Di luar Idulfitri, layanan video call ini terbuka empat hari dalam sepekan. Layanan ini terbuka pada Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis.

"Layanan ini justru membawa dampak positif karena warga binaan kami selalu dekat dengan keluarga. Akibatnya, mereka enggan untuk berbuat jahat kembali," katanya.

Yopi Suryana (5)) narapidana kasus penganiayaan mengaku dia sangat terbantu dengan fasilitas video call di Lapas itu.

"Kami tidak bsa bertemu langsung dengan keluarga, tapi setidaknya dengan video call ini, rasa kangen kami kepada keluarga terobati," katanya seraya menyebut vonis yang diterimanya setahun lima bulan.

Di lokasi video call, ada beberapa PC yang mejanya disekat seperti meja di warnet. Namun, ada pula dalam satu meja yang terbuka.

Baca juga: Satu Napi Lapas Sumedang Dapat Berkah Idulfitri, Diberi Remisi Bebas, Total 119 Napi Dapat Remisi

Para narapidana memanfaatka kesempatan ini untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka. Satu per satu bergantian memakai PC itu, satu orang kebagian waktu 10 menit.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved