Kecacingan Tak Bisa Sembuh Sendiri, Dokter Tegaskan Harus Minum Obat, Jangan Biarkan Sampai Bertelur
Dokter menegaskan pasien kecacingan harus minum obat untuk mencegah cacing bertelur
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Setelah kasus kematian balita akibat kecacingan sempat menghebohkan publik, banyak pertanyaan muncul di tengah masyarakat tentang bagaimana sebenarnya penyakit ini bisa diobati.
Sebagian bertanya-tanya, apakah semua jenis cacing bisa diatasi dengan obat yang sama, serta apakah kecacingan mungkin sembuh dengan sendirinya jika dibiarkan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, DR Dr Riyadi,SpA Subs IPT (K) MKes memberikan penjelasan bahwa kecacingan adalah penyakit yang harus ditangani dengan obat, tidak bisa dibiarkan tanpa penanganan medis.
Baca juga: Cacingan Pada Anak Mustahil Sembuh Tanpa Obat, Cacing Bisa Hidup 2 Tahun di Tubuh, Apa Obatnya?
“Untuk anak di atas satu tahun, obat Albendazole aman digunakan untuk semua jenis cacing. Perbedaannya hanya pada lama pemberian, ada yang cukup sehari, ada juga yang harus diminum selama tiga hari, tapi dosisnya hampir sama semua. Sedangkan untuk anak di bawah satu tahun, obat yang aman adalah Pirantel Pamoat dengan dosis 10 mg per kilogram berat badan,” kata dr. Riyadi dalam wawancara virtual, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, penggunaan obat cacing sebenarnya tidak rumit.
Obat-obatan ini murah, tersedia luas, dan umumnya mudah didapatkan.
Namun, ia mengakui bahwa di rumah sakit besar kadang-kadang obat cacing justru tidak tersedia karena dianggap bukan kebutuhan utama.
Baca juga: Warga Bisa Dapat Obat untuk Atasi Cacingan dari Puskesmas, Kemenkes: Obatnya Gratis
“Tapi jangan khawatir, dinas kesehatan selalu menyediakannya. Jadi masyarakat bisa memintanya melalui layanan kesehatan setempat,” tambahnya.
Terkait kemungkinan kecacingan sembuh tanpa obat, dr. Riyadi menegaskan hal itu mustahil.
“Kalau dibiarkan, cacing bisa hidup di tubuh manusia selama 1 sampai 2 tahun. Saat cacing dewasa mati, ia akan meninggalkan telur dan larva yang berkembang menjadi generasi berikutnya. Jadi siklus hidupnya terus berulang di dalam tubuh. Kalau tidak diobati, gejalanya makin lama justru makin muncul,” paparnya.
Ia menekankan bahwa obat cacing wajib diberikan jika seseorang mengalami kecacingan.
“Tidak bisa sembuh sendiri, karena itu, minum obat cacing sangat penting jika sudah ada gejalanya. Jangan menunggu atau berharap penyakitnya hilang begitu saja,” tegasnya.
dr. Riyadi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penanganan dini kecacingan.
Selain menjaga kebersihan diri dan lingkungan, konsumsi obat cacing sesuai anjuran dokter tetap menjadi langkah kunci untuk mencegah penyakit ini berkembang lebih parah.
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Beri Bantuan Warga Terdampak Bencana Longsor di Desa Pasirlangu |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Perkuat Mitigasi Bencana lewat Penanaman 1.300 Pohon Saninten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-cacingan.jpg)