Breaking News:

Kronologi Pungli di SMAN 22 Bandung, Pengamat Sebut Tidak Bisa Dibenarkan Apapun Dalihnya

Kabid Datin Saber Pungli Jabar, Yudi Ahadiat mengatakan dari hasil penelusuran timnya terbukti adanya praktik pungli yang dilakukan pejabat di sekolah

Pixabay
ilustrasi pungutan liar 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Praktisi dan pengamat pendidikan dari STAI Persatuan Islam Garut, Dr. Heri Mohamad Tohari, S.Fil., M.Pd, sangat menyayangkan adanya dugaan praktik pungutan liar di SMA Negeri 22 Kota Bandung. Peristiwa memalukan ini dinilai sangat mencoreng dunia pendidikan yang tengah berbenah diri.

"Kejadian oknum pejabat sekolah yang memungut pungli, dengan barang bukti yang sudah ada di tangan Saber Pungli, dengan motif alasan sumbangan, atau dalih apapun, tetap tidak bisa dibenarkan," kata Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Alumni STAI Persatuan Islam Garut ini melalui ponsel, Jumat (14/1).

Heri mengutip ungkapan pemikir bernama Georg Simmel mengenai falsafah uang. Ia mengatakan bahwa uang hanyalah sarana, bukannya tujuan pada dirinya sendiri. 

Baca juga: Polisi Telusuri Dugaan Pungutan Liar di Tiga Tempat Wisata Alam Sukabumi

Dalam hal ini, katanya, uang seharusnya sebagai sarana kebutuhan operasional untuk kebutuhan pembelajaran di sekolah. 

"Namun, yang terjadi adalah sekolah-sekolah menjadikannya sebagai tujuan utama. Lantas, kalau begitu apa bedanya sekolah sekarang seperti layaknya perusahaan. Ya, sekolah telah bertransformasi menjadi PT atau CV. Menekan biaya produksi dan mencari untung sebanyak-banyaknya," katanya.

Dahulu, katanya, masuk sekolah itu cukup dengan membayar seikhlasnya dan sekemampuannya. Kini infak telah bertransformasi menjadi iuran paksa di banyak sekolah.

"Semua doyan uang. Uang bukan lagi sarana. Tapi sudah menjadi tujuan. Kini, sekolah harus mengembalikan lagi marwah moral uang sebagaimana mestinya," katanya.

Baca juga: Penyebab Pungutan Biaya Pemakaman Jenazah Covid-19 Rp 2,5 Juta di Bandung Barat Ternyata Karena Ini

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Jawa Barat mengungkap praktik pungutan liar (pungli) yang dilakulan secara bersama-sama oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Kepala Sekolah SMA Negeri 22 Bandung. 

Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) Saber Pungli Jabar, Yudi Ahadiat mengatakan dari hasil penelusuran timnya terbukti adanya praktik pungli yang dilakukan pejabat di sekolah tersebut. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved