Breaking News:

Hati-Hati Terjebak Fintech Palsu, Berseliweran Saat Pandemi, Catut Nama Investasi Berijin

Marak penipuan fintech palsu yang mencatut atau mengatasnamakan penyelenggara fintech berizin untuk mengelabui masyarakat.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Solvay FinTech Marketing Hub
Ilustrasi- Marak penipuan fintech palsu yang mencatut atau mengatasnamakan penyelenggara fintech berizin untuk mengelabui masyarakat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Maraknya penipuan berkedok penawaran investasi di tengah masyarakat melalui grup pesan singkat telah memakan banyak korban.

Tidak jarang, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut menduplikasi dan mencatut atau mengatasnamakan penyelenggara fintech berizin untuk mengelabui masyarakat.

Tindakan penipuan ini juga tentu saja sangat merugikan penyelenggara fintech yang telah berizin.

Baca juga: Pelaku Fintech Coba Kenalkan Industri Fintech Peer to Peer Lending ke Mahasiswa

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyatakan prihatin dan berinisiatif untuk memulai Kampanye Anti Fintech Palsu.

"Penipuan yang dilakukan mulai dari penipuan investasi yang tidak memiliki izin dan menjanjikan hasil keuntungan jauh dari harapan, atau bahkan tidak ada alias bodong, hingga penipuan tawaran pinjaman oleh fintech lending illegal," kata Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir, saat jumpa pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara juga mengingatkan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memilih instrumen investasi.

Terlebih dengan iming-iming bunga tinggi yang diklaim tidak ada risikonya.

Baca juga: Manfaatkan Medsos, Satgas Waspada Investasi Temukan 133 Fintech Ilegal, Ada yang Berkedok Koperasi

Penipuan berkedok penawaran investasi melalui berbagai grup pesan singkat oleh fintech bodong saat ini tengah marak berlangsung.

"Kami menghimbau masyarakat agar selalu memastikan bahwa penawaran yang diterima memenuhi prinsip 2L. Legal dan Logis. Legal, berarti, memiliki legalitas dan izin penawaran produk dari lembaga yang berwenang; dan Logis, menawarkan keuntungan yang masuk akal,” kata Tirta.

Wakil Ketua Umum Fintech, Aldi Haryopratomo mengatakan, di masa pandemi ini periode januari-juni 2021 terdapat lonjakan pengaduan masyarakat terhadap pengaduan fintech ilegal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved