Menkes Sebut Vaksin Gotong Royong oleh Swasta Lambat Padahal Itu Penting Buat Akhiri Pandemi

Program vaksin Covid-19 berbayar ditunda karena dinilai tak sejalan dengan intruksi Presiden RI Joko Widodo pada Desember 2020

Editor: Mega Nugraha
Tangkapan layar Kompas TV
Presiden Jokowi telah menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19, Sinovac di Istana Kepresidenan, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Program vaksin Covid-19 berbayar ditunda karena dinilai tak sejalan dengan intruksi Presiden RI Joko Widodo pada Desember 2020 yang meminta vaksin Covid-19 gratis.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan latar belakang program tersebut. Pada 26 Juni 2021, ada rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas inisiatif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Rapat membahas vaksinasi gotong royong yang kecepatannya perlu ditingkatkan. Alasan lainnya, kata Budi Gunadi Sadikin, karena program vaksinasi gotong royong oleh swasta berjalan lamban.

"Vaksinasi gotong royong mungkin sekarang itu speed-nya 10.000-15.000 dosis per hari, dari target 1,5 juta dosis, baru 300.000. Jadi memang ada concern, ini kok lambat yang sisi vaksinasi gotong royong," ungkap Menkes di rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).

Di rapat di kantor Airlangga Hartarto itu, akhirnya disepakati beberapa hal untuk mempercepata vaksinasi gotong royong individu.

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Mandiri di Bandung Diundur, Pendaftar Datangi Klinik Kimia Farma

Yakni, membuka ke rumah sakit yang juga memiliki program vaksinasi gratis pemerintah, memberikan kepada anak dan ibu hamil atau menyusui, serta membuka kepada individu.

Poin yang disepakati itu juga dibahas di Rapat Kabinet untuk dibahas lagi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang sekaligus sebagai Ketua KPC-PEN, memberi masukan untuk membuka vaksinasi gotong royong bagi individu.

"Dari situ (ratas) Menko Perekonomian memberikan masukan sebagai Ketua KPC-PEN, kemudian kami harmonisasi dan kami keluarkan aturannya," kata Menkes.

Ia menerangkan, vaksinasi gotong royong merupakan upaya untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. Dengan mempercepat vaksinasi, herd immunity bisa tercapai

"Vaksinasi gotong royong kita lihat seharusnya masih bisa lebih cepat, karena swasta kan seharusnya lebih cepat geraknya dari pemerintah untuk bisa mengakselerasi cakupan vaksinasi ini," kata dia.

Lalu, program vaksinasi gotong royong tidak memiliki keterlibatan negara dari sisi anggaran atau tidak menggunakan APBN, tetapi dana dari BUMN dan perusahaan swasta.

Di sisi lain, biaya yang ditanggung oleh individu ataupun badan hukum yang mengikuti program vaksinasi gotong royong akan membantu meringankan beban APBN dalam upaya menangani pandemi di Indonesia.

"Pada diskusinya waktu itu juga disampaikan, karena ini biaya ditanggung oleh individu, maka ini dapat meringankan beban APBN," katanya

Selain itu, dengan vaksin gotong royong individu, bisa memudahkan masyarakat yang kesulitan dapat akses vaksin untuk segera divaksin.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved