Kenali Apa itu Saraf Kejepit dan Cara Penanganan yang Tepat, Berikut Penjelasan Dokter Ortopedi
Saraf kejepit merupakan penyakit umum yang bisa terjadi di tulang belakang, leher, siku, bahu, pergelangan tangan, punggung atau bagian tubuh lainnya
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pernah mendengar istilah saraf kejepit? Istilah ini pasti tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Namun sebenarnya tahukan apa itu saraf kejepit termasuk bagaimana cara penanganannya?
Di kalangan masyarakat bila seseorang mengklaim mengalami saraf kejepit, tidak sedikit yang memilih mengobatinya dengan cara mendatangi orang yang dianggap ahli dalam pemijatan khusus pengobatan.
Untuk mengetahui apa itu saraf kejepit dan bagaimana cara penanganannya, berikut penjelasannya dikutip dari laman resmi UI.
Baca juga: PSLD – Teknologi Tercanggih Mengobati Sakit Pinggang dan Saraf Terjepit dengan Luka Kecil dan Aman
Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) edukasi masyarakat melalui kanal instagram @RS.UI secara live dengan tema “Saraf Kejepit : Penyebab dan Penanganannya”.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat (18/06/2021) dengan host dr. Novita. Acara tersebut dinarasumberi oleh dr. Andra Hendriarto, Sp.OT.
Saraf kejepit merupakan penyakit umum yang bisa terjadi di tulang belakang, leher, siku, bahu, pergelangan tangan, punggung atau pada bagian tubuh lainnya.
Pada bagian pergelangan tangan, saraf terjepit bisa terjadi ketika kita mengerjakan sesuatu secara berulang seperti menulis, mengetik.
Sedangkan pada tulang belakang bisa terjadi saraf kejepit karena trauma akan benturan, penuaan sehingga tulang atau cincin pelindung sudah tidak sekuat masa muda ketika menahan benturan.
Baca juga: Saraf Kejepit, Jangan Asal Obati, Bisa Saja Nyeri Pinggang Biasa, Ini Cara Obati Saraf Kejepit
Cara penanganan yang tepat dalam menghadapi saraf kejepit pertama kita perlu mengenali tanda dan gejala misalnya nyeri pinggang, nyeri yang menjalar disertai baal (mati rasa), kesemutan, otot lemas dan lain-lain.
Selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu penanganan konservatif (mempertahankan keadaan) tanpa melakukan operasi seperti menggunakan obat-obatan tertentu atau fisioterapis.
Namun, penanganan ini hanya bisa sembuh sementara sehingga sewaktu-waktu akan muncul kembali.
Penanganan konservatif juga bisa dilakukan dengan memperhatikan posisi ergonomis saat duduk.
Selain itu, menurunkan berat badan selama penanganan ini jauh lebih baik dibandingkan dengan badan yang berlebih.
Apabila penanganan konservatif tersebut tidak berhasil bisa dilakukan tindakan operasi.
Baca juga: Bahaya Bakteri Listeria, Bila Terinfeksi Bisa Menyerang ke Sistem Saraf, Ibu Hamil Rentan Tertular
“Tindakan operasi saat ini jauh lebih modern dengan menggunakan endoskopi, sayatan tidak lebar, darah pada klien juga tidak terlalu banyak, waktu yang digunakan lebih optimal, dan pasien dapat cepat pulih seperti semula”, ujar dr Andra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/saraf-kejepit_20180612_154649.jpg)