Saraf Kejepit, Jangan Asal Obati, Bisa Saja Nyeri Pinggang Biasa, Ini Cara Obati Saraf Kejepit

Saraf terjepit atau pinched nerve sendiri merupakan satu kondisi saraf yang memperoleh tekanan lebih di sekitar jaringannya

Editor: Siti Fatimah
net
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Istilah saraf kejepit sering dilontarkan oleh orang yang merasakan ada yang sakit pada bagian otot terutama di pinggang.

Namun masih ada yang keliru soal saraf kejepit ini karena ternyata rasa sakit bukan karena saraf kejepit tapi karena nyeri pinggang biasa.

Untuk tahu apa itu saraf kejepit berikut penjelasannya.

Dikutip dari Kompas.Com, penyakit saraf kejepit tidaklah asing bagi sebagian besar orang.

Namun, banyak yang belum memahaminya dan tidak dapat membedakan antara saraf kejepit dengan nyeri pinggang biasa.

Baca juga: Kelainan Saraf Pada Anak

Saraf terjepit atau pinched nerve sendiri merupakan satu kondisi saraf yang memperoleh tekanan lebih di sekitar jaringannya.

Akibatnya, dapat muncul rasa sakit, mati rasa, menyebabkan iritasi atau kerusakan saraf perifer.

Saraf kejepit Melansir Kompas.com, 24 September 2020, tulang belakang manusia normalnya terdiri atas ruas-ruas, yang mana di antar ruas-ruas tersebut terdapat bantalan yang disebut sebagai discus intervertebralis (DI).

Di dalam DI, terdapat nukleus berbentuk seperti jeli. Fungsinya adalah sebagai bola dan penahan guncangan, dibantu di dinding yang melingkarinya, yaitu annulus fibrosus (AF).

Baca juga: Jangan Remehkan, Makanan Murah Meriah Ini Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung Loh

Sementara, di belakang DI, terdapat saraf yang berjalan dari otak menuju anggota gerak atas dan bawah. Komponen inilah yang memungkinkan seseorang dapat menggerakan kedua ekstremitas tersebut.

Apabila terjadi hernia nucleus pulposus (HNP), maka saraf tersebut akan terjepit.

Kondisi inilah yang seringkali disebut sebagai saraf kejepit.

Penyebab dari kondisi ini adalah multifaktor.

Akan tetapi, secara umum, pemakaian yang berulang dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada annulus fibrosus yang pada akhirnya membuat nucleus keluar dari tempatnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved