Soal Pungli di TPU Cikadut, Tukang Pikul Ngaku Kewalahan, Sehari 60 Jenazah, Terpaksa Rekrut Warga

Seorang tukan pikul jenazah Covid-19 mengaku kerap kewalahan menangani jenazah yang sehari bisa capai 60 karena itu merekrut warga untuk membantu

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Jasa pikul jenazah Covid di TPU Cikadut Bandung- Seorang tukan pikul jenazah Covid-19 mengaku kerap kewalahan menangani jenazah yang sehari bisa capai 60 karena itu merekrut warga untuk membantu disaat petugas tukang pikul ada yang sakit atau berhalangan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Koordinator pemikul jenazah di tempat pemakaman khusus Covid-19 Cikadut, Kota Bandung, Fajar Ifana angkat bicara terkait dugaan pungutan liar yang kembali terjadi. 

Menurut Fajar, terjadi salah paham antara Redi, salah satu pemikul jenazah dengan Yunita Tambunan, ahli waris korban Covid-19 saat proses pemakaman jenazah.

Saat itu, kata dia, jenazah korban Covid-19 yang meninggal dan harus segera dikuburkan sangat banyak, jumlahnya tidak sebanding antara jenazah dengan petugas.

Baca juga: Redi Koordinator TPU Cikadut yang Lakukan Pungli Ingin Kasusnya Selesai, Kembalikan Uang Rp 2,8 Juta

Ada beberapa pemikul dan penggali makam yang tidak bekerja karena sakit, sehingga warga dan para pemuda yang bukan Pekerja Harian Lepas (PHL) di Cikadut ikut membantu.

Selain itu, kata dia, para PHL kewalahan harus memakamkan jenazah perhari mencapai 55 sampai 60 orang. 

"Kondisi di pemakaman Cikadut ketika itu sedang membeludak hingga banyak dari pada PHL pikul mau pun gali yang jatuh sakit, sehingga warga dan para pemuda di Cikadut turun tangan membatu bekerja," ujar Fajar, saat dihubungi, Senin (12/7/2021). 

Berbeda dengan PHL, kata dia, warga dan pemuda yang berinisiatif membantu itu tidak mendapatkan operasional dari pemerintah. 

Baca juga: Hasil Mediasi, Polrestabes Sarankan Tambah Pemikul Jenazah dan Penggali Kubur di TPU Cikadut

Sehingga, kata dia, biaya yang muncul berdasarkan hasil kesepakatan antara ahli waris dengan warga untuk membayar jasa warga yang berinisiatif membantu. 

"Munculnya biaya mungkin untuk upah para warga yang membantu dan untuk membayar jasa gali liang kubur yang dikerjakan oleh warga," katanya. 

Pihaknya juga membantu membelikan nisan atau salib jika keluarga ahli waris tidak membawanya. 

Baca juga: Polisi Sebut Tidak Ada Pelanggaran Pungli di Pemakaman di TPU Cikadut Bandung, Begini Faktanya

"Demikian rill kenyataan di TPU Cikadut dengan catatan kami bisa menerima materi dari keluarga bila mana ada kesepakatan dan keikhlasan," katanya. 

"Kami di sini hanya ingin membantu memudahkan proses pemakaman Covid-19 di TPU Cikadut Bandung," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved