Breaking News:

Survei Terbaru, Mayoritas Warga Jabar Toleran Tapi Ada Minoritas Setuju Radikalisme

Survei Indonesia Political Research Consulting (IPRC) merilis hasil survei soal toleransi kehidupan beragama di Jabar.

Tangkapan layar
Tangkapan layar hasil survei IPRC 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Survei Indonesia Political Research Consulting (IPRC) merilis hasil survei  toleransi kehidupan beragama di Jabar di Kota Bandung pada Rabu (9/6/2021).

Dalam survei itu, menyebut ada kelompok minoritas yang mendukung radikalisme. Hal itu terlihat dalam survei IPRC yang menanyakan pada responden soal bisakah selain demokrasi, bisa diterapkan di Indonesia.

Jawabnya, 49,2 persen tidak setuju. 33,8 persen setuju. 2,3 persen sangat setuju, 1 persen setuju dan 13 persen tidak tahu.

Baca juga: Pemberlakuan Tilang Elektronik di Kota Cirebon Ditunda, Korlantas Polri Temukan Banyak Kekurangan

Survei berlanjut soal pertentangan antara demokrasi dengan Islam. Hasilnya, 77 persen tidak setuju. 10,1 persen setuju. 10,6 persen tidak tahu dan 7,3 persen sangat tidak setuju.

"Mayoritas warga menyatakan demokrasi bisa diterapkan di Indonesia dan tidak bertentangan dengan Islam, meski sebagian kecil berpandangan negatif tehadap demokrasi. Mayoritas tidak menyetujui gagasan radikalisme dan ekstrimisme, namun terdapat minoritas yang setuju," kata Direktur Operasional dan Data Strageis IPRC, Idil Akbar dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun pada Rabu (9/6/2021).

Pada 2019, survei Setara Institute sempat menyebut bahwa Jabar daerah paling intoleran dalam 12 tahun terahir.

"Dari survei terbaru kami pada 20-30 April, menunjukan bahwa secara umum toleransi kehidupan beragama di Jabar memadai," kata Idil.

Baca juga: KISAH Inspiratif, Tidak Mau Curi Jambu, Bocah SD Tulis Surat ke Pemiliknya, Isinya Bikin Haru

Hal paling prinsip misalnya, 71 persen responden mengajarkan untuk tidak menghina agama lain, 71 persen setuju hidup berdampingan antar agama lain.

Dalam aspek hubungan keagamaan, tingkat toleransi warga terhadap penyelenggaran ibadah dan pembangunan rumah ibadah agama lain relatif tinggi.

"Tapi memang untuk aspek lain yang lebih personal seperti ucapan selamat pada perayaan agama lain, membantu membangun tempat ibadah agama lain dan menghadari acara agama lain hingga menyumbang dana untuk kegiatan agama lain cenderung rendah," kata Idil Akbar.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Mega Nugraha
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved