Breaking News:

TPA Sarimukti di Cipatat Sudah Penuh, Pemkab Bandung Barat Siapkan Rp 20 Miliar untuk Lahan Baru

lahan baru untuk Tempat Pembuangan Sampah setelah Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat dinyatakan sudah overload

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Truk-truk sampah milik Pemerintah Kabupaten Bandung tampak berjejer di garasi stop over sampah Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bandung di Jalan Citaliktik, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (12/3/2018). T 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menyiapkan lahan baru untuk Tempat Pembuangan Sampah setelah Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat dinyatakan sudah overload atau melebihi kapasitas.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, mengatakan, untuk menyiapkan lahan baru tersebut, Pemda KBB sudah menyiapkan anggaran Rp 20 Miliar untuk membeli lahan yang lokasinya masih di sekitar Sarimukti.

"Terkait overload nanti akan ada proyek strategis nasional, jadi nanti akan pindah ke sana (TPPAS Regional Legok Nangka). Cuma yang jadi masalah sisa sampahnya mau dikemanain dan siapa yang akan menampung," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemda KBB, Senin (7/6/2021).

Atas hal tersebut, kata Hengky, pada tahun 2022 mendatang Pemda KBB sudah harus menyiapkan lahan untuk menampung sisa sampah dari semua wilayah di KBB yang akan dibuang ke TPPAS Legok Nangka.

"Karena yang kita setor hanya 75 ton, tapi potensi sampah di KBB ini per harinya 600 ton. Belum lagi dari Bandung Raya, jadi kita masih perlu mengelola sampah sendiri di Bandung Barat," kata Hengky.

Menurutnya, upaya menyiapkan lahan baru ini harus terealisasi pada tahun 2022 karena pada tahun 2023, Pemprov Jabar akan menutup operasional TPA Sarimukti dan pembuangan sampah dari Bandung Raya akan dipindahkan ke TPPAS Legok Nangka.

"Rencananya pada tahun 2023 provinsi akan menutup TPA Sarimukti. Jadi bagaimana dengan sampah kita sendiri yang sisanya, nah itu nantinya akan kita kelola," ucapnya.

Hengky mengatakan, terkait TPA Sarimukti yang overload ini, pihaknya sudah berdiskusi dengan Komisi III DPRD KBB dan mengirimkan surat ke pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar.

"Itu terkait bantuan proyek strategis nasional, nanti tahun 2023 akan ada pengelolaan sampah menjadi energi, apakah itu listrik atau apakah turunannya ada etanol dan sebagainya. Jadi kita harus nyetor 75 ton per hari ke sana (TPPAS Legok Nangka)," kata Hengky.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtias mengatakan, kondisi TPA Sarimukti saat ini memang sudah over kapasitas, bahkan tumpukan sampah telah mencapai 50 meter dan menyebabkan jalur masuk truk juga telah dipenuhi sampah.

"Kalau lihat di lapangan kondisinya sangat memprihatinkan sangat overload. Jadi jalan-jalan yang seharusnya untuk masuk truk untuk meloading sampahnya ke daerah daerah itu hampir semua tertutup dengan ketinggian sudah sangat mengerikan," ujarnya kepada wartawan belum lama ini.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan mencari jalan keluar dengan melakukan beberapa pengerasan jalur, membenahi saluran air dan melakukan pengurugan. 
"Segera kita akan benahi TPA ini agar tetap bisa bertahan hingga 2023 sampai Legok Nangka bisa difungsikan," ucap Prima.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved