Breaking News:

Angkot Jurusan Sumedang-Cileunyi Bisa Beroperasi Saat Penyekatan, Penumpang Bakal Diperiksa Ketat

Angkot jurusan Sumedang-Cileunyi bisa beroperasi meski Sumedang tak masuk aglomerasi Bandung Raya.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Ilustrasi angkot Sumedang-Cileunyi. Saat masa dilarang mudik lebaran, angkot ini tetap bisa beroperasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang memastikan angkutan kota (angkot) 04 jurusan Sumedang-Cileunyi masih bisa beroperasi selama larang mudik meskipun Sumedang tidak masuk aglomerasi Bandung Raya.

Hal tersebut karena angkot itu nantinya hanya bisa mengangkut penumpang yang dikecualikan seperti warga yang akan bekerja di daerah Cileunyi, Kabupaten Bandung, daerah Kota Bandung maupun sebaliknya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, mengatakan, meskipun angkot 04 itu tetap boleh beroperasi, tapi penumpang di dalam angkot itu akan dilakukan pemerikasaan oleh petugas di pos penyekatan.

"Angkutan barang dan orang yang menyangkut  kepentingan umum masih diperkenankan beroperasi. Misalnya, mengangkut pekerja yang tidak memakai kendaraan pribadi, boleh-boleh saja," ujar Atang saat ditemui di kantornya, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Dishub Jabar Cermati Modus-modus di Masa Larangan Mudik, Ini Yang Dikecualikan Bisa Lolos Penyekatan

Baca juga: Situasi Terminal Cicaheum Bandung Malam Ini, Banyak Warga Mudik ke Jateng dan Jatim, Hindari 6 Mei

Hanya saja, kata Atang, semua penumpang yang dikecualikan seperti pekerja itu harus mengikuti ketentuan yang ada seperti harus membawa surat tugas dari tempat kerjanya masing-masing.

Atang memastian, jika penumpang angkot tersebut bukan untuk urusan pekerjaan, nantinya akan diturunkan atau angkotnya diputarbalikan supaya tidak bisa sampai ke tempat tujuan.

"Sepanjang melaksanakan tugas akan diperkenankan, tapi kalau di luar itu mohon maaf tidak boleh selama larangan mudik mulai tanggal 6 Mei," katanya.

Dengan diizinkannya angkot beroperasi saat larangan mudik itu, kata Atang, maka otomatis terminal di Kabupaten Sumedang tetap akan buka selama masa larangan mudik tersebut.

"Tapi terbatas tidak berperasi seperti biasanya," ucap Atang.

Selain itu, kata Atang, pemeriksaan penerapan protokol kesehatan di terminal juga nantinya akan diperketat untuk mencegah penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Sumedang.

"Termasuk pemeriksaan surat-surat, sehingga kita akan menempatkan petugas di terminal baik dari Dishub Provinsi maupun Dishub Sumedang," katanya.

Baca juga: Selama Larangan Mudik, Terminal di Sumedang Tetap Buka, Ada Penumpang Boleh Bepergian, Ini Syaratnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved