Breaking News:

Selama Larangan Mudik, Terminal di Sumedang Tetap Buka, Ada Penumpang Boleh Bepergian, Ini Syaratnya

Saat larangan mudik lebaran, Terminal Ciakar Kabupaten Sumedang tetap beroperasi. Ada penumpang yang boleh bepergian. Ini syaratnya.

tribunjabar/hilman kamaludin
Terminal Ciakar Sumedang. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang memastikan, Terminal Tipe A Ciakar bakal tetap buka selama diterapkannya larangan mudik lebaran pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, mengatakan, meskipun Terminal Ciakar tetap buka, tapi pelayanan akan dibatasi dan penerapan protokol kesehatan lebih diperketat lagi.

"Tetap buka, cuma kategori (pelayanan) terbatas tidak seperti biasa," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di kantornya, Senin (3/5/2021).

Dibukanya terminal tersebut karena ada penumpang yang dikecualikan seperti pekerja dengan catatan harus memiliki surat tugas dari tempat kerjanya masing-masing.

Baca juga: Warga Mudik Pakai Bajaj dari Jakarta ke Kuningan, Diloloskan Petugas Saat Lihat Penumpangnya

Baca juga: Cerita Sarnoto Nekat Mudik dari Jakarta ke Tegal Lewat Pantura, Sudah Lolos Sampai Indramayu

"Nanti kami akan melakukan pemeriksaan secara ketat terkait prokesnya, termasuk surat-suratnya dan kita juga sudah menyiapkan petugas disana," kata Atang.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Ciakar Kabupaten Sumedang, Dadang Suganda, mengatakan, operasional angkutan selama larangan mudik tersebut hanya melayani wilayah Sumedang.

"Selama larangan mudik yang saya baca boleh melayani, tapi hanya melayani wilayah Sumedang saja yang ada lintasan (bus) Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP)," ucapnya.

Sementara selama masa pengetatan larangan mudik, kata Dadang, untuk kedatangan pemudik masih belum banyak karena masih belum waktunya untuk mudik.

"Untuk kebarangkatan juga dalam satu bus itu hanya melayani satu hingga tiga orang," kata Dadang.

Bahkan, kata Dadang, ada Perusahaan Otobus (PO) yang tidak menarik penumpang karena biaya operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan jika penumpangnya hanya sedikit.

Baca juga: VIDEO-Jajaran Polres Ciamis Gelar Pra Larangan Mudik di Pertigaan Pancimas Kalipucang, Pangandaran

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved