Cerita Pendek
Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Copet! Copet!
Seperti peluru musuh yang bertubi-tubi menembaknya, dia melangkahi hari dengan terpaan masalah, terutama ekonomi.
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Di luar mal dia membuka aplikasi layanan kendaraan online untuk segera menjemput. Biasanya selalu diantar-jemput sopirnya. Tapi kini sedang sakit.
Lima menit kemudian mobil online jemputan pun datang. Dia segera naik.
Sepuluh menit sampai tujuan, ia langsung mengambil uang di dompet dalam tas yang sekak tadi dikempitnya.
Tapi alangkah kaget saat mengambil uang untuk membayar, dompetnya raib. Tak ditemukan dompet itu. Ada sobekan di satu sudutnya. Dia telah kecopetan.
Dia pun samar-samar ingat, saat menyenggol baju di mal itu. Dia heran, karena dia sudah hati-hati. Mungkin ini ulah lelaki kurus yang sepintas dilihatnya.
"Aduh, maaf, Bang, dompetku hilang!" serunya kepada sopir. "Tunggu sebentar," serunya lagi sambil keluar, memijit bel pagar dan berteriak keras: "Bibiii…!"
Seorang perempuan tua bergegas membuka pagar. "Pinjem dulu lima puluh ribu, dompet Ita kena copet!"
Perempuan tua itu kaget dan segera balik lagi ke rumah mengambil uang.
**
"Dari mana uang untuk beli semua ini?" Istrinya bertanya saat lelaki kurus membuka makanan. Ada ayam bakar, rokok, roti, dan kaleng susu besar.
"Rezeki itu datang dari tempat yang tak terduga!" jawab lelaki kurus sambil menggeser kursi. Lalu duduk, mengambil sekerat ayam dan menyimpannya di atas piring nasi.
"Lho, Akang teu puasa?" istrinya kaget bertanya kenapa suaminya tidak puasa. Padahal baru hari kedua.
Tapi lelaki kurus tak peduli. Dia malah memprotes nasinya yang kurang.
"Kurang," katanya melihat nasi di piring, yang baginya hanya cukup untuk empat-lima kali suap mulutnya.
"Segitu lagi. Beras kan sudah habis, tadi gak masak!" kata istrinya. "Mau ngutang lagi malu. Yang minggu lalu belum bayar!"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kota-mati-dan-pembunuhnya_20180721_203916.jpg)