Lembaga Kemanusian dari Indonesia Bangun 42 Rumah di Kamp Pengungsian Korban Perang di Idlib Suriah
Lembaga Kemanusian dari Indonesia Bangun 42 Rumah di Kamp Pengungsian Korban Perang di Idlib Suriah
"Dari Indonesia, ACT juga masuk sana," katanya.
Tidak Ada Konflik
Baca juga: Kades di Garut yang Kabur karena Terjerat Kasus Korupsi Ternyata Pendatang, Warga Merasa Kecewa
Angga menggambarkan kamp pengungsian yang dikunjunginya, yakni Idlib, bukan berada di kotanya.
Kamp pengungsian itu, kata Angga, wilayahnya luas.
"Butuh dua jam-tiga jam perjalanan, dari perbatasan ke ujung kamp pengungsian. Jalannya jelek," kata Angga.
Menurut Angga di kamp pengungsian itu kondisinya aman. Kalau pun ada berita bom di Idlib, itu terjadi di kotanya, bukan di kamp pengungsian.

"Kami fokusnya di kamp, sedangkan jarak ke kota itu jauh. Mereka berkonflik di kota. Di kamp tidak terjadi eskalasi apa-apa," kata Angga.
Menurut Angga, kamp pengungsi itu sebetulnya ada juga di Yordania dan Lebanon. Namun, katanya, Explore lebih fokus ke Turki.
Baca juga: Gempa Bumi Baru Saja Terjadi, Ambon Diguncang Gempa Magnitudo 3,7
"Kenapa pilih Turki, bukan mengecilkan saudara-saudara yang ada di Yordania dan Lebanon, di Turki itu jumlah pengungsi itu memang lebih banyak," katanya.
Angga memperkirakan pengungsi internal di Suriah ada 6, 2 juta dan yang keluar dari Suriah ada 6 juta pengungsi.
"Mereka keluar dari negaranya karena dibom," katanya. (januar p hamel)