Minggu, 12 April 2026

Ramadan 1442 H

Asam Lambung Naik Saat Puasa, Coba Lakukan Hal Ini Saat Sahur

Asam lambung naik saat puasa mungkin harus diperhatikan asupan makanan saat sahur dan cara ini bisa cegah asam lambung naik

Editor: Siti Fatimah
Ilustrasi asam lambung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bagi penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (Gerd) masih ada yang mengkhawatirkan bahkan kumat saat sedang menjalankan puasa.

Padahal sebenarnya penderita asam lambung akan baik-baik saja bila melaksanakan ibadah puasa.

Bila masih saja kumat atau muncul asam lambung, mungkin harus ada yang diubah dalam pola makan terutama saat sahur atau buka puasa.

Baca juga: IDI Minta DPR Tidak Ambil Alih Kerjaan BPOM Terkait Kontroversi Vaksin Nusantara

Berikut hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi makanan agar asam lambung tidak kumat atau kambuh ketika sedang puasa agar bisa menjalankan ibadah lebih baik lagi di bulan Ramadan ini.

Dikutip dari IntisariOnline, tak bisa dipungkiri bahwa waktu sahur selama puasa Ramadhan ini sangatlah terbatas.

Keterbatasan waktu inilah yang membuat sebagian orang yang menjalankan puasa Ramadhan menjadi makan dengan terburu-buru.

Padahal,  pola makan yang terburu-buru ini sangat tidak dianjurkan pada penderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (Gerd).

Bagi mereka yang sering mengalami kenaikan asam lambung, ada beberapa tips yang bisa dilakukan pada waktu sahur, antara lain seperti berikut ini:

Baca juga: VIRAL DI MEDIA SOSIAL Video Kecelakaan saat Balapan Liar di Tasik Pembalap Ndelosor Nyaris Terlindas

1. Sahur lebih awal

Agar makanan tidak naik kembali dari lambung ke kerongkongan, maka disarankan agar penderita Gerd tidak boleh sampai kekenyangan.

Oleh karena itu sebaiknya tubuh diberi waktu lebih lama dalam mencerna makanan, apalagi jika ingin kembali tidur usai sahur.

Dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK dari RS Pondok Indah, Pondok Indah memberikan saran, setidaknya bangun satu jam lebih awal dan makan sahur lebih dahulu daripada anggota keluarga lain.

Pola tersebut membuat ada jeda waktu cukup panjagn dari waktu makan sahur ke tidur yang direncanakan tadi.

"Jadi, kalau misalnya (shalat) subuh jam 04.30, paling tidak dia harus sudah selesai makan 03.30 supaya ada waktu untuk memastikan makanannya turun," kata Tirta kepada Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Setelah makan, pastikan tetap dalam posisi tegak selama satu hingga dua jam sebelum tidur.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved