Breaking News:

Kerja Sama dengan Start Up, Rumah Sakit Sartika Asih Kini Punya Fasilitas Pengolah Limbah B3 Medis

Mulai hari Selasa ini RSB Sartika Asih mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah medis B3.

Editor: taufik ismail
Istimewa
Kerja sama Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih dan Aeria Group dalam pengolahan limbah B3 medis. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung resmi mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah medis B3 infeksius, Selasa (6/4/2021).

Pengolahan ini bekerja sama dengan perusahaan perintis atau start up PT Aeria Bintang Sinergy.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Kombes Pol dr Harry Kamijantono SPOt FICS. MM mengatakan, fasilitas pengolahan limbah medis adalah salah satu upaya rumah sakit dalam mendukung pemerintah dalam program peningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Baca juga: BREAKING NEWS 13 Terdakwa Kasus Sabu Ratusan Kg di Sukabumi Divonis Mati, 4 di Antaranya WNA

Baca juga: Saat Ramadan, Vaksinasi Covid-19 di Majalengka Digelar Malam Hari Seusai Tarawih, Ini Alasannya

Ini juga untuk membantu memberikan solusi terhadap persoalan pengelolaan limbah medis B3  pada umumnya.

"Kerja sama ini merupakan terobosan baru pertama dilakukan oleh rumah sakit dengan bekerja sama menyediakan fasilitas pengolahan limbah B3 inkesius di lingkungan rumah sakit," ujarnya dalam rilis yang diterima TribunJabar.id.

Seperti diketahui, sebanyak 31 rumah sakit di Kota Bandung saat ini yang sudah memiliki izin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS LB3) yang telah dikelola secara baik.

Direktur Operasional PT Aeria Bintang Sinergy, Arry Syahputra, mengatakan fasilitas pengolahan limbah medis di  Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih menggunakan teknologi  autoclave terintegrasi dengan mesin penghancur atau yang biasa disebut dengan Integrated Sterilizer and Shredder (ISS).

Ini merupakan teknologi sterilisasi low-heat berbasis uap terintegrasi dengan mesin penghancur terpadu.

"Alat ini telah dikembangkan dan dirancang khusus untuk melakukan konversi limbah medis padat menjadi sampah umum yang ramah lingkungan," ujarnnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pencegahan Pencemaran Lingkungan DLHK Kota Bandung Ir Fiziarita MT menyambut baik kerja sama ini dan mengatakan perlu ada upaya untuk mengadakan pengumpulan limbah medis yang dapat menyimpan sementara dari timbunan skala kecil untuk selanjutnya diolah pada lokasi yang sudah ditentukan (pengolah berizin).

"Hal ini akan lebih memudahkan untuk mengelola limbah medis B3 nantinya. Apalagi kondisi saat ini di saat pandemi di mana timbunan sampah B3 medis mengalami peningkatan dari pelayanan penanganan pasien Covid-19. Ke depannya diharapkan kerja sama ini dapat menjadi role model bagi fasyankes di kota Bandung," ucapnya.

Ketua Umum Hipmi Jawa Barat Surya Batara Kartka mengatakan hal ini merupakan inisiatif yang sangat baik dan pihaknya sangat mendukung.

"Hipmi pun akan mencoba mengenalkan peluang ini kepada jajaran pengurus  agar permasalahan limbah medis ini juga dapat dilihat sebagai peluang usaha yang sangat menarik untuk dijalankan, mengingat masih sangat sedikit fasilitas penanganan khusus limbah medis yg tersertifikasi dan khusus untuk menangani limbah kategori medis," ujarnya.

Baca juga: Pengakuan Santriwati 17 Tahun Membuat Warga Ngamuk, Bakar Tempat Mengaji di Garut, Guru Ngaji Kabur

Baca juga: Hari ke-4, Pencarian Korban Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu Nihil, 2 Kapal Nelayan Dikerahkan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved