Breaking News:

32 Ton Sampah di Waduk Jatigede Sudah Disingkirkan, Diangkut Menggunakan 12 Truk

Puluhan ton sampah yang mengambang di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, sudah disingkirkan, terutama di sepanjang wilayah Kecamatan Wado.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Ekskavator menaikkan sampah dari Waduk Jatigede ke truk, Minggu (7/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Puluhan ton sampah yang mengambang di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, sudah disingkirkan, terutama di sepanjang wilayah Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Minggu (7/2/2021).

Pantauan Tribun, sebagian titik Waduk Jatigede yang berada di sekitar Tugu Wado sudah bersih. Namun yang berada di titik lain sebagian belum berhasil disingkirkan.

Hingga pukul 13.30 WIB, alat berat ekskavator masih bekerja mengeruk sampah dan sejumlah truk sampah masih bolak-balik untuk mengangkut sampah tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, Tatang Muchidin, mengatakan, hingga siang hari sampah yang sudah berhasil disingkirkan dan diangkut menggunakan truk sebanyak 32 ton.

"Sampah itu diangkut menggunakan 12 truk," ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (7/2/2021).

Klarifikasi Paguyuban Pencinta Primata Karawang tentang Lomba Fashion Show Primata yang Bikin Heboh

51 Narapidana Lapas Sukamiskin Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Tahanan KPK yang Baru Masuk

Sebelumnya, Tatang mengatakan, sampah itu ada di Waduk Jatigede setelah terbawa air Sungai Cimanuk yang hulunya berasal dari Kabupaten Garut.

"Sementara yang melewati Sumedang itu, hampir praktis tidak membawa sampah," katanya.

Menurutnya, hal tersebut diperkuat dengan adanya jenis sampah yang didominasi seperti ranting-ranting pohon dari hutan, sedangkan sampah organik seperti sampah rumah tangga, jumlahnya hanya sedikit.

"Setelah sampah itu terbawa arus air dari Sungai Cimanuk, akhirnya bermuara di Waduk Jatigede hingga jumlahnya terkumpul cukup banyak," ucap Tatang.

Camat Wado, Taufik Hidayat Slamet, mengatakan, sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari hulu Cimanuk saat musim hujan dan ada juga sampah dari sekitar yang merupakan sampah dari sisa puing bangunan.

Pembunuh Wanita Tertancap Bambu 60 Cm di Garut Ditangkap di Tarogong Kidul, Usia 22 Tahun

Lagi, Ridho Rhoma Tersandung Kasus Narkoba, Anak Raja Dangdut Itu Positif Amphetamine

VIRAL, Wanita Berbando Santai Ambil Kunci Sepeda Motor dan Helm di Dalam Warnet, Ternyata Maling

"Sehingga banyak kayu dan bambu sisa bangunan dan sebagainya yang sudah lapuk, jadi sampah itu naik ke permukaan," katanya.

Untuk antisipasi adanya sampah susulan yang datang dari hulu Sungai Cimanuk, pihaknya sudah mengusulkan ke BBWS agar memasang jaring di sungai supaya tidak sampai ke Waduk Jatigede.

"Sekarang masih dilakukan mobilisasi dan TPA di Sukanyiru, Sukajadi, masih proses pemerataan karena sampah di sana juga sudah menggunung," ucap Taufik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved