Atasi Stres di Masa Pandemi Covid-19, Tips Sehat Profesor Unpad di Seminar Rotary Club Bandung
Sasaran virus Covid 19 adalah paru-paru manusia sehingga mematikan. Karena itulah pandemi Covid 19 menakutkan dan menimbulkan kecemasan tingkat tinggi
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
Pola hidup dalam keluarga sangat berubah. Anggota keluarga merasa amat terbelenggu, ruang geraknya dibatasi dan muncul banyak kesulitan sehingga menyebabkan stres pada anak-anak, istri/ ibu, suami/ ayah karena merasa bosan, jenuh, bingung, dan sangat kehilangan kegiatan yang biasa dilakukan. Akibatnya timbul berbagai masalah di keluarga seperti pertengkaran, perceraian, KDRT dan sakit fisik / mental.
Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres pada masa pandemi Covid-19?
Prof. Tuti: menerima keadaan sehingga merasa damai, optimis, mau berusaha, peduli dan menyayangi diri serta orang lain, mematuhi protokol kesehatan secara konsisten, mengembangkan hobi domestik seperti berkebun, menata rumah, tiktok, dsb. Kreatif, inovatif, mengembangkan gaya hidup baru, meningkatkan sikap kasih sayang, empati, dan kepedulian pada sesama; lakukan efisiensi energi, waktu, dana, tetap penuh harapan dengan sikap rendah hati, mau berproses, sabar, makin mendekat kepada Tuhan YME.
Lakukan positive coping diantaranya tetap sabar dan patuhi protokol kesehatan. Saat lelah, perkuat tekad dengan mengingat perjuangan para pekerja garda depan, selalu cek ulang apa yang anda yakini dengan observasi perilaku sendiri, serta tetap semangat dan utamakan kesehatan diri sendiri dan keluarga tercinta.
Bapak Wakil Walikota Bandung H. Yana Mulyana, SE, M.,M, dinyatakan positif Covid-19 akhir Maret 2020 dan dirawat selama kira-kira dua minggu di Rumah Sakit Santosa.
Saat itu beliau berpikiran positif dan berdoa karena sebagai muslim punya keyakinan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Mengatasi perasaan stress dengan membaca hal yang baik, berdoa, makan makanan yang enak, sehat.
Beberapa langkah yang dilakukan Ir. Lydia Dewi Setiawan, M. Ars. IAI, ketika seluruh anggota keluarga dinyatakan positif Covid-19: isolasi mandiri, berolahraga, minum vitamin, madu, dan lain-lain yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, minum obat penurun panas, berjemur, dan menjaga jarak satu sama lain.
Beberapa hal yang harus dilakukan ketika sebagian keluarga sudah negatif Covid-19 yakni tidak boleh panik, berpikir positif, terbuka dan berserah diri serta bersyukur dengan membiasakan menulis 20-100 kata tentang rasa syukur setiap hari. Melatih diri untuk selalu bersyukur sehingga stres bisa hilang dan rasa syukur akan menular kepada keluarga.(satyawati hanna tedjajuwana)
*) Prof. Dr. Tuti Wahmurti, Sp.KJ. dan Ir Lydia Dewi Setiawan M.Ars. adalah member Rotary Club Bandung Utara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rotary-club-bandung-utara-gelar-seminar-sehat-di-tengah-wabah-covid-19.jpg)