Atasi Stres di Masa Pandemi Covid-19, Tips Sehat Profesor Unpad di Seminar Rotary Club Bandung
Sasaran virus Covid 19 adalah paru-paru manusia sehingga mematikan. Karena itulah pandemi Covid 19 menakutkan dan menimbulkan kecemasan tingkat tinggi
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
PANDEMI Covid 19 telah melanda semua negara di dunia dan telah berlangsung sekitar sepuluh bulan. Virus ini sangat mudah menular dan cepat meluas.
Sasaran Virus Covid 19 adalah paru-paru manusia sehingga dapat mematikan, karena itulah pandemi Covid 19 menakutkan dan menimbulkan kecemasan serta kebingungan.
Untuk mengendalikan penularan, diberlakukan berbagai protokol kesehatan diantaranya mencuci tangan, menghindari kerumunan dan menjaga jarak (3 M).
Akibatnya terjadi kesulitan dan tantangan yang luar biasa dalam proses belajar mengajar, bekerja, berbisnis, dan bergaul.
Baca juga: TERUNGKAP, Ternyata di Sini Tempat dan Waktu Pembuatan Video Viral 17 Detik Nakes TikTok
Baca juga: Akun Tiktok Tenaga Kesehatan Tolak Disuntik Vaksin Covid-19 Hilang, Setelah Heboh di Medsos
Baca juga: Daftar 23 Jalan di Kota Bandung yang akan Ditutup Pada 11-25 Januari 2021, Pukul 20.00-05.00 WIB
Para ahli di seluruh dunia masih berjuang untuk menemukan vaksin. Sementara itu seluruh penduduk dunia termasuk Indonesia harus berusaha untuk mematuhi protokol kesehatan agar sehat dan sejahtera. Bagaimana caranya? Tugas manusia harus beradaptasi dengan Covid-19.
Apabila memilih menerima dan patuh pada peraturan maka akan aman dari risiko penularan. Namun apabila memilih menyangkal dan mengabaikan peraturan atau bahkan marah dan menentang akan menyebabkan stres.
Rotary Club Bandung Utara (RCBU) berperan serta untuk menjawab ini dengan mengadakan seminar melalui zoom dengan judul “Mengatasi Stres pada Masa Pandemi Covid 19” yang telah berlangsung Kamis, 26 November 2020.
Pembicara utama adalah Prof. Dr. Tuti Wahmurti A. Sapiie, dr. Sp.KJ (K)[1], Guru Besar Fakultas Kedokteran UNPAD.
Stres adalah keadaan yang mengganggu fungsi psikologis maupun fisik seseorang. Stres merupakan alarm yang meliputi 3 fase: reaksi alarm, adaptasi dan bisa bertahan, kelelahan bila adaptasi (kebertahanan) yang diperoleh hilang. Stres muncul karena ada sumbernya baik biologis maupun psikososial.
Sumber biologis seperti infeksi, cedera, racun, bising /suhu dan cahaya yang berlebih. Sedangkan psikososial seperti kehilangan, kekecewaan, ancaman, ketakutan (yang nyata atau tidak), ada tekanan, perselisihan, pertengkaran, mengalami kegagalan atau kesulitan bertubi-tubi.
Apabila terjadi stress, manusia bisa beradaptasi dan memberikan respons. Dengan beradaptasi bisa terjadi eustres atau distress.
Dalam eustress orang berpikir secara konstruktif dengan menerima keadaan, berpikiran positif, atas dasar ilmu dan pengetahuan serta memiliki berbagai pertimbangan. Terus berkomunikasi dan merencanakan tindakan.
Dengan demikian akan menemukan solusi untuk tetap sehat. Bila orang berpikir emosional, subjektif dan negatif mengakibatkan gelisah dan menderita, sehingga tidak mendapatkan solusi berakibat pada fisik dan mental, bahkan dalam keluarga bisa muncul kasus KDRT dan perceraian.
Respons individual terhadap stres bisa biologis atau psikologis. Respons biologis karena ada perubahan hormonal, biokimiawi atau imunitas dalam tubuh, juga terjadi reaksi pada organ tubuh seperti jantung / pembuluh darah, pencernaan, pernafasan, kulit , otot dan tulang. Respons psikologis berupa perubahan emosi (cemas, depresi), pikiran negatif, perubahan perilaku yang mengakibatkan tindakan kekerasan, atau penyalahgunaan zat, serta narkoba.
Apabila ada stressor, manusia tidak boleh menyerah, maju terus dan harus sehat mental dan fisik. Tidak boleh lelah, bosan, dan harus berdamai dengan keadaan. Yang terpenting dalam pandemi Covid-19 adalah mencegah penularan. Hal itu dilakukan dengan tetap di rumah saja, menghindari kerumunan, melakukan pembatasan kegiatan sosial – ekonomi misalnya sekolah dan bekerja dari rumah, menutup tempat belanja dan rekreasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rotary-club-bandung-utara-gelar-seminar-sehat-di-tengah-wabah-covid-19.jpg)