Breaking News:

Pilkada Kabupaten Bandung

51 Pengawas TPS Positif Covid-19 di Kabupaten Bandung Langsung Diganti, TPS Dipastikan Aman

Sebanyak 51 pengawas tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pilkada Kabupaten Bandung 2020 yang dipastikan positif Covid-19 tak akan bertugas.

tribunjabar/lutfi ahmad mauludin
Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahpiana. Pengawas TPS yang terkonfirmasi positif Covid-19 langsung diganti. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 51 pengawas tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pilkada Kabupaten Bandung 2020 yang dipastikan positif Covid-19 tak akan bertugas.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahpiana, mengungkapkan, pengawas TPS di Kabupaten Bandung, seluruhnya berjumlah 6.874 orang, satu TPS akan diawasi satu pengawas.

"Setelah rapid test 26-28 November, terdapat yang reaktif 97 orang, kemudian langsung swab test. Dari situ yang positif 51 orang," ujar Kahpi saat dihubungi Tribun, Minggu (6/12/2020).

Menurut Kahpi, yang dinyatakan positif sudah diganti semua karena sudah ketentuannya seperti itu.

Baca juga: Polisi Masih Melanjutkan Penyidikan Kasus Bansos Ayam Busuk di KBB, Sudah Berjalan Tujuh Bulan

"Ketika ada yang positif langsung diganti, jadi tak ada yang bertugas," kata Kahfi.

Kahfi mengatakan, Satgas Covid-19 langsung menangani yang positif Covid-19 tersebut.

"Mereka (yang positif Covid-19) ada yang isolasi mandiri dan ada yang dibawa ke Balai Latihan Kerja (Baleendah)," ucap dia. 

"Kalau melihat teknis kemarin, bahwa di TPS itu dipastikan aman karena menggunakan protokol kesehatan," Sambung Kahpiana.

Kemudian, kata Kahpi, penyelenggaranya KPPS sudah diimbau dan rekomendasikan kepada KPU untuk yang reaktif tidak diikutkan ke TPS.

Baca juga: Menara Masjid Islamic Center Indramayu Roboh Seusai Diterjang Angin Kencang, Begini Penampakannya

"Sama penanganannya seperti kami ketika ada yang reaktif langsung dinonaktifkan. Artinya dari penyelenggara dan pengawas sama," ujar dia.

Kahpi memaparkan, dari sisi pemilih juga ada waktunya agar menghindari kerumunan. 

"Masker sudah menjadi protokol bagi masyarakat, per periodik didisinfektan, suhu (tubuh) masyarakat yang tinggi, ada bilik khusus," kata Kahpi.

Baca juga: Masjid Raya Bandung Siap Ikuti Perwal Baru, Selama Ini Tingkat Keterisian Tak Pernah Lebih

Dia meminta masyarakat tidak usah khawatir. "Di TPS dipastikan tidak berkerumun, yang penting masyarakat patuh untuk datang sesuai jadwal," ucapnya. (*)

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved