Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Pemkot akan Tutup Area Publik yang Jadi Lokasi Kerumunan, Ema Akui Pemerintah Tak Mampu Awasi Semua

Pemerintah Kota Bandung bakal menutup taman-taman terbuka di Kota Bandung. Ini sebagai salah satu upaya mengurangi penyeberan virus corona

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi: Petugas Satpol PP Kota Bandung berkeliling mengingatkan kepada warga dan pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan saat berada di kawasan Alun-Alun Kota Bandung, Minggu (21/6/2020). Pemerintah Kota Bandung bakal menutup taman-taman terbuka di Kota Bandung termasuk alun-alun. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung bakal menutup taman-taman terbuka di Kota Bandung

Langkah itu diambil sebagai salah satu upaya mengurangi penyebaran virus corona akibat banyaknya kerumunan masyarakat di tempat publik. 

"Pengawasan, kita usulkan ruang publik sementara kita tutup, Alun-alun tidak digunakan dan beberapa taman sudah berjalan (ditutup), ujar Ema Sumarna, Ketua Harian Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Bandung, di Balai Kota Bandung, Kamis (26/11/2020). 

Baca juga: Kabar Baik, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jabar Hari Ini Bertambah 712 Orang, Emil Ajak Taat 3M

Baca juga: Pemkot Bandung Bentuk Tim Gabungan Pantau Pelaku Usaha untuk Tekan Penularan Covid-19

Selain taman sebagai area publik, kafe juga menjadi tempat yang berpotensi terjadi lokasi kerumunan.

Ia pun meminta Dinas Budaya dan Pariwisata bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pengawasan. 

"Saya minta ke Disbudpar dan Satpol PP untuk mengawasi, kalau mereka tidak nurut saya usulkan manti cabut izin operasionalnya," kata Ema yang juga menjabat sebagai Sekda Kota Bandung

Selama ini, kata Ema, pemerintah Kota tidak sanggup jika harus melakukan pemantauan disemua tempat usaha yang jumlahnya mencapai ribuan. 

"Jadi gini, saya tidak menutup mata restoran itu kalau saya pakai pendekatan jumlah wajib pajak itu ada 1.850, mampu tidak semuanya diawasi? Ya, tidak mampu," ucapnya. 

"Maka pengusahanya harus disiplin, jangan selalu yang dilihat itu peluang saja, tetapi regulasi protokol kesehatan tidak diperhatikan," tambanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved