Kamis, 23 April 2026

Termasuk Rentan Terinfeksi, Pasien Baru Covid-19 Tak Bergejala Banyak Dari Usia Muda

Kebanyakan orang yang terjangkit virus corona baru yang tidak bergejala adalah populasi berusia muda

Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Saat ini kasus Covid-19n cukup banyak dialami oleh mereka yang tidak bergejala dan umumnya masih berusia muda.

Kondisi ini menunjukan bahwa anak muda tergolong rentan juga terinfeksi virus corona.

Untuk itu, kalangan usia muda juga jangan lengah karena virus ini tidak pandang bulu.

Penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Zona Merah, Pengawasan Prokes di Objek Wisata Kembali Diperketat

Dikutip dari KontanId, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan, kebanyakan orang yang terjangkit virus corona baru yang tidak bergejala adalah populasi berusia muda dan berpotensi menularkan orang-orang sekitarnya. 

Hal tersebut mengacu penelitian Kronbichler et al pada 506 pasien dari 36 studi (2020), He et al pada 50 pasien dari 114 studi (2020), dan Yu et al pada 79 pasien dari 3 rumahsakit di Wuhan, China, pada 2020. 

"Fenomenanya juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil riset itu, bila seseorang terlihat sehat, bukan berarti mereka terbebas atau tidak berada dalam kondisi sakit," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Baca juga: Jika Disiplin Terapkan Protokol 3M, Kabupaten Karawang Bisa Turun ke Zona Oranye Pekan Depan

Wiku menjelaskan, mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala terpapar virus corona akan muncul setelah 5 atau 6 hari sejak terpapar.

Dan, paling lama gejala bisa dirasakan setelah 14 hari, bahkan terkadang tidak tampak sakit. 

Pada umumnya, Wiku bilang, ada dua istilah untuk membedakan orang yang terjangkit virus corona

Pertama, asimtomatik yang berarti bisa menularkan tanpa menunjukkan gejala apapun.

Kedua, presimptomatik yang berarti orang yang masih dalam tahap pengembangan gejala atau berada dalam masa inkubasi.  

Baca juga: 5 Orang Positif Covid-19 di Acara Habib Rizieq, Ridwan Kamil Minta Semua Taat Protokol Kesehatan

Karena itu, Wiku meminta masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

Soalnya, efektivitas penekanan risiko penularan akan lebih maksimal dengan menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

"Saya imbau masyarakat jangan lengah, karena pandemi masih berlangsung," ujarnya. 

"Dan, saya apresiasi seluruh elemen, baik tenaga kesehatan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat karena kerjasamanya bisa bertahan di masa pandemi Covid-19 sampai sekarang," imbuh Wiku.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved