Virus Corona

Jika Disiplin Terapkan Protokol 3M, Kabupaten Karawang Bisa Turun ke Zona Oranye Pekan Depan

Dari tujuh kota/kabupaten di Jawa Barat yang masuk dalam zona merah, Kabupaten Karawang sudah mendekati zona oranye.

Penulis: Arief Permadi | Editor: Arief Permadi
istimewa
Operasi Yustisi Digelar di Karawang, Polres Karawang Bagikan 2.000 Masker 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Masyarakat Kabupaten Karawang diingatkan untuk terus bergotong royong dalam mencegah penularan Covid-19. Dari tujuh kota/kabupaten di Jawa Barat yang masuk dalam zona merah, Kabupaten Karawang sudah mendekati zona oranye.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, jika masyarakat Kabupaten Karawang dapat terus bergotong royong dalam mencegah penularan Covid-19, maka kabupaten ini berpotensi untuk menjadi zona oranye pada pekan depan.

Selain Kabupaten Karawang, enam daerah lain di Jabar yang masuk zona merah adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi. Ketujuh daerah di Jabar ini menjadi bagian dari 28 daerah di Tanah Air yang hingga Jumat (20/11/2020) masih berada di zona merah penyebaran Covid-19.

Wiku meminta Kabupaten/kota yang berada di zona merah atau risiko tinggi diingatkan memperbaiki kondisinya dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah diminta tingkatkan dan masifkan upaya 3T yakni testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan).

Baca juga: Zona Merah, Karawang Akan Terapkan PSBM, Ini yang Biasanya diterapkan di Wilayah Zona Merah

Secara khusus Wiku menyebut 5 kabupaten/kota yakni Pemalang dan Pati (Jawa Tengah), Kutai Timur dan Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), dan Bandar Lampung (Lampung). Kelima daerah ini, ujarnya, sudah tiga pekan berturut-turut berada di zona merah.

"Bahkan Pati di Jawa Tengah, berada di zona merah selama 11 Minggu berturut-turut. Mohon bantuan gubernur dan walikota atau bupati betul-betul memperhatikan kondisi ini," ujarnya keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/11/2020).

Wiku mengatakan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Jika sebuah wilayah berada di zona merah selama berminggu-minggu, ini berarti pemerintah dan masyarakatnya sudah lengah.

Baca juga: Mamah Dedeh Kaget Positif Covid-19, Sakitnya Dikira Kecapekan, Anak Sempat Khawatir Tak Bisa Merawat

Wiku meminta nasyarakat selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.
"Jangan biarkan daerah Anda menjadi sumber utama penularan," ujar Wiku.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penambahan zona merah dalam jumlah signifikan ini terjadi pasca-libur panjang akhir Oktober lalu. Hal ini pun ditindaklanjuti dengan penanganan secara terfokus di titik-titik penyebaran Covid-19.

"Ini mohon diwaspadai buat wilayah wilayah zona merah," kata Emil saat menghadiri acara di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (17/11).

Emil mengatakan tiga daerah yang masuk zona merah, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Karawang, adalah tiga daerah yang melaksanakan Pilkada 2020.

"Jadi itu harus kita waspadai, tolong diingatkan kepada kepala daerah dan juga masyarakatnya," katanya. (*)

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.

Tribunjabar.co.id (Tribunnetwork) mengajak seluruh pembaca untuk selalu
menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved