Olahraga Pagi Punya Manfaat Tak Terduga, Dapat Turunkan Risiko Kena Kanker, Ini Penjelasan dari Ahli
Siapa sangka, olahraga di pagi hari ternyata bisa lebih bermanfaat ketimbang olahraga di sore hari.
TRIBUNJABAR.ID - Siapa sangka, olahraga pagi ternyata bisa lebih bermanfaat ketimbang olahraga di sore hari.
Olahraga di pagi hari dipercaya dapat menurunkan risiko terkena kanker.
Penelitian baru menunjukkan, orang yang berolahraga di pagi hari kemungkinan memiliki risiko terkena berbagai jenis kanker yang lebih rendah daripada mereka yang olahraga sore.
Baca juga: Dada Sakit Usai Olahraga, Ini Tips Berolahraga Bagi Penderita Penyakit Jantung
Baca juga: Sibuk Kerja, 4 Jenis Olahraga Ini Bisa Dilakukan Pada Malam Hari
Baca juga: Olahraga Ikut Terdampak Covid-19, Jadi Bapak Asuh Pordasi Pindad Dukung Pembinaan Atlet
Baca juga: Efektif Olahraga Pagi atau Sore? Cek Manfaat Olahraga Dipagi dan Sore Hari
Mengingat banyaknya orang yang mengidap kanker, perubahan sekecil apapun, termasuk perubahan waktu seseorang untuk berolahraga, dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengurangi dampak kanker di seluruh populasi.
Menurut penelitian yang telah dipublikasikan dalam International Journal of Cancer ini, meningkatkan aktivitas fisik dan mengoptimalkan saat paling efektif bisa menjadi cara yang memungkinkan untuk mengurangi prevalensi kanker di masyarakat.
Bukti lain dari penelitian ini adalah, bahwa ritme sirkadian seseorang mungkin terkait dengan peluang mereka terkena kanker.
Ritme sirkadian mengacu pada proses biologis yang memengaruhi siklus tidur dan bangun seseorang.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker telah mengklasifikasikan tingkat bukti yang menghubungkan kerja shift malam yang mengganggu ritme sirkadian seseorang dengan kemungkinan kanker pada manusia.
Secara khusus, para peneliti telah mengaitkan kerja shift malam dengan peningkatan risiko kanker payudara. Sedangkan pada kanker prostat masih belum terbukti jelas.
Di sisi lain, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga juga memiliki hubungan dengan ritme sirkadian seseorang.
Menurut penelitian tahun 2019, berolahraga di siang hari dapat membantu meningkatkan ritme sirkadian seseorang dan mengurangi efek buruk dari pola tidur yang terganggu.
Mengingat bahwa olahraga berpotensi mengurangi risiko kanker dan meningkatkan ritme sirkadian, sementara ritme sirkadian yang terganggu dapat meningkatkan risiko kanker, penulis penelitian baru berhipotesis bahwa waktu aktivitas fisik dapat memengaruhi risiko kanker.
Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti di balik penelitian ini menganalisis data dari 2.795 partisipan.
Para peserta adalah bagian dari studi multi-kasus kontrol Spanyol (MCC-Spanyol), yang bertujuan untuk memahami faktor-faktor penyebab kanker umum di Spanyol dan bagaimana mencegahnya.
Dari 2008-2013, peneliti mewawancarai peserta untuk mengetahui rekreasi seumur hidup dan aktivitas fisik rumah tangga mereka. Rata-rata 3 tahun kemudian, peneliti menilai kapan orang-orang berolahraga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lari-pagi-saat-matahari-terbit_20160115_153444.jpg)