Selasa, 19 Mei 2026

Presiden Joko Widodo Malam-malam Menelepon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ada Apa? Ini Ceritanya

Emil kemudian menceritakan isi pembicaraannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui sambungan telepon itu

Tayang:
TRIBUN JABAR / MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, ekspor Provinsi Jabar terus membaik di masa pandemi Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID - Presiden Joko Widodo menelepon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Emil.

Emil kemudian menceritakan isi pembicaraannya dengan Presiden Joko Widodo melalui sambungan telepon itu.

Menurut dia, pembicaran di telepon itu mengenai istilah adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Emil mengatakan, pada awalnya pemerintah pusat masih memakai istilah new normal.

Presiden Jokowi Tanggapi Surat Gubernur Ridwan Kamil soal UU Cipta Kerja, Diminta Satu Narasi

Ridwan Kamil Tak Mau Beberkan Rapat Semua Gubernur dengan Jokowi Soal UU Cipta Kerja

"Jadi malam hari Pak Jokowi telepon, jarang-jarang ditelepon presiden malam-malam. Ternyata bahasanya gini 'Pak Gub, saya baru lihat Pak Gub menerangkan new normal'. Dulu kata-katanya masih new normal, ya. 'Tapi Pak Gub kan adaptasi kebiasaan baru, kenapa?" ungkap Emil.

Hal itu disampaikan Emil saat wawancara dengan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro melalui siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10/2020).

Emil pun menambahkan, saat itu dirinya menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa persepsi masyarakat akan menganggap keadaan sudah kembali seperti sedia kala sebelum pandemi jika menggunakan istilah 'normal'.

Ia juga menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menggelar survei kepada masyarakat di Jawa Barat.

"Saya jawab, 'Pak Presiden mohon izin, kami di Jawa Barat sudah survei semua kata-kata, semua kata-kata yang pakai normal itu diasosiasikan kembali lagi ke masa lalu, biasa lagi. Mau apa judulnya dibolak-balik. Maka kami hindari kata itu'. '(tanya Jokowi) terus Pak Gub usulkan apa?" kata Emil.

Bekas Wali Kota Bandung ini mengusulkan penggunaan istilah AKB.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat di Gedung Sate, Senin (28/9/2020).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat di Gedung Sate, Senin (28/9/2020). (TRIBUN JABAR / MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM)

Seminggu setelah itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 (kini menjadi Satgas Penanganan Covid-19,red), mengadopsi istilah dari yang disampaikannya di Jawa Barat.

"'Itu saja pak. Kita beradaptasi terhadap kebiasaan-kebiasaan baru yang diulang. Alhamdulillah, seminggu setelah telepon itu, tiba-tiba gugus tugas pusat adopsi, akhirnya semua," jelas Emil.

Strategi penanganan Covid-19

Jawa Barat termasuk provinsi dengan kasus Covid-19 cukup banyak karena jumlah penduduk provinsi ini juga terbesar di Indonesia.

Karena itu, penanganan Covid-19 di Jawa Barat juga tidak akan sama dengan provinsi lain yang jumlah penduduknya berbeda.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memiliki strategi sendiri dalam upaya penanganan Covid-19 di wilayahnya, karena itu ia menegaskan bahwa untuk tangani Covid-19 bukan cuma modal handphone dan video conference.

Dilansir dari Tribunews, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai, pentingnya peran pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, terjun langsung untuk melihat dan mencari solusi masalah Covid-19 merupakan hal yang dibutuhkan saat ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved