Breaking News:

Mobil Komando yang Disewa ICC Dirusak Saat Ada Kericuhan dengan KAMI, Pemilik Lapor Polisi

Dugaan perusakan mobil yang digunakan mahasiswa yang tergabung dalam ICC pada unjuk rasa di Gedung Sate berbuntut pelaporan ke polisi.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Massa yang tergabung dalam Ikatan Cendikia Cipayung menggelar aksi demo di depan Gedung Sate terkait penolakan rencana diadakannya deklarasi KAMI di salah satu hotel di Kota Bandung, Kamis (3/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dugaan perusakan mobil yang digunakan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Cendikia Cipayung (ICC) pada unjuk rasa di Gedung Sate Jalan Dipenogoro pada Senin (7/9/2020) berbuntut pelaporan ke Polrestabes Bandung, Kamis (10/9/2020).

Pada aksi unjuk rasa itu, massa ICC sempat bersitegang dengan massa Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang melakukan deklarasi di hari dan tempat yang sama.

"Saya mendampingi klien saya, Ade Sopyan, pemilik mobil yang dirusak oknum massa dari KAMI," kata Hilmi Dwi Putra, kuasa hukum pemilik mobil, Ade Sopian, saat  dihubungi via ponselnya, Jumat (11/9/2020).

Ia mengatakan, sebelum perusakan terjadi, massa mahasiswa menyewa mobil komando lengkap dengan perangkat pengeras suara Ade Sopian.

Sekira pukul 10.20 WIB terjadi kericuhan yang diduga dilakukan kelompok massa berseberangan. ‎Saat itu sempat ada pemukulan.

"Dalam insiden itu, tak hanya mahasiswa yang mengalami pemukulan, sopir mobil komando juga dipukul. Selanjutnya oknum merusak mobil mobil komando dan alat pengeras suara. Akibatnya, kaca lampu depan mobil pecah, genset, dan sound system rusak," ujar Hilmi.

Dia menuturkan, pelaporan ini dilakukan karena Ade Sopian, wirausahawan kecil yang merasa dirugikan oleh aksi kekerasan.

Relawan Uji Klinis Vaksin Terpapar Covid-19, Ini Kata Tim Peneliti Vaksin

"Kerugian yang diderita klien kami sekitar Rp 10 juta. Klien kami ini kan wirausahawan kecil, üsahanya menyewakan mobil komando. Kasihan," tutur dia.

Pengawas Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Moral KAMI Jabar, Kolonel Purn Sugeng Waras, mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengusiran terhadap aktivis ICC dan Aliansi Mahasiswa Pasundan (AMP) sebagai kelompok tandingan.

Tekad Rossi di MotoGP San Marino, Jadwal Lengkap dan Link Live Streaming

"Bukan. Tidak ada pengusiran saat aksi KAMI di Gedung Sate kemarin," kata Sugeng pada wartawan. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved