Datangi Wali Kota, Keluarga Besar Kesultanan Cirebon: Hanya Laporan

Elang Tommy menuturkan tiga poin pernyataan sikap yang disampaikan keluarga besar Kesultanan Cirebon kepada publik

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, saat menerima audiensi perwakilan keluarga besar Kesultanan Cirebon di rumah dinasnya di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (26/8/2020) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Keluarga besar Kesultanan Cirebon mendatangi Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, di rumah dinasnya di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (26/8/2020).

Saat itu, Azis yang mengenakan kemeja biru dongker tersebut tampak menerima langsung perwakilan keluarga besar Kesultanan Cirebon yang berasal dari keluarga maupun kerabat Keraton Kanoman, Keprabonan, Keprabonan, Keratuan Singhapura, dan Kasepuhan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan keluarga besar Kesultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Denda Brata, tampak menyampaikan pendapatnya mengenai polemik pewaris takhta Keraton Kasepuhan.

Pilkada Cianjur 2020, Bawaslu Temukan Tiga Pelanggaran yang Dilakukan Empat Orang ASN

Pasalnya, ada pihak yang mengklaim "lebih berhak" mewarisi takhta Keraton Kasepuhan selain putra mahkota, PRA Luqman Zulkaedin, yakni Raharjo Djali yang mengaku sebagai cucu Sultan Sepuh XI, Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin Radjaningrat, dan Ketua Umum Santana Kasultanan Cirebon, Pangeran Kuda Putih atau Raden Heru Rusyamsyi Arianatareja.

Elang Tommy menuturkan tiga poin pernyataan sikap yang disampaikan keluarga besar Kesultanan Cirebon kepada publik pada Selasa (25/8/2020) malam.

"Kami hanya laporan, khususnya tentang apa yang kami perbuat mengenai polemik di Keraton Kasepuhan," kata Elang Tommy Iplaludin Denda Brata saat ditemui usai audiensi.

Pemkot Bandung Sudah Masukkan Semua Rekomendasi Gugus Tugas Pusat dalam Syarat Pembukaan Bioskop

Ia menegaskan gerakan yang dilakukan keluarga besar Keraton Kasepuhan untuk mengembalikan posisi sultan ke keturunan Sunan Gunung Jati juga dilakan secara santun.

Menurut dia, kesantunan keluarga besar Kesultanan Cirebon tersebut sesuai koridor norma-norma yang diajarkan Sunan Gunung Jati.

Pihaknya juga berencana melakukan audiensi serupa dengan unsur lainnya, misalnya Polres Cirebon Kota.

"Dari Pak Azis juga mempersilakan kami untuk menyampaikan pendapang diyakini, tentunya dengan sopan santun, tidak anarkis dan arogan," ujar Elang Tommy Iplaludin Denda Brata.

Dalam pernyataan sikap keluarga besar Kesultanan Cirebon juga, secara tegas menolak penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV.

Bahkan, keluarga besar Kesultanan Cirebon juga menolak Raharjo dan Heru yang menyebut diri sebagai pihak yang lebih berhak menempati posisi tersebut.

VIDEO-PENOBATAN SULTAN KERATON KASEPUHAN CIREBON, Ini Pernyataan Sikap Kerabat Kasultanan

Elang Tommy mengatakan, pnolakan itu dikarenakan ketiganya bukan keturunan Sunan Gunung Jati.

"Tidak ada calon dari kami, karena tugas kami hanya menyampaikan. Nanti siapa yang berhak dibahas secara musyawarah," kata Elang Tommy Iplaludin Denda Brata.

Sementara Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi pernyataan sikap dari keluarga besar Kesultanan Cirebon.

Sebab, pernyataan sikap tersebut dilajukan secara santun dan bijaksana tanpa adanya unsur anarkis sedikitpun.

"Kami tegaskan posisi Pemkot Cirebon hanya menjaga dan memelihara ketertiban, khususnya Keraton Kasepuhan yang menjadi cagar budaya dan harus dilestarikan," ujar Nasrudin Azis.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved