Senin, 4 Mei 2026

Alat Rapid Tes Harganya Rp 75.000, Baru Saja Diluncurkan Pemerintah

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil membuat alat rapid tes atau tes cepat yang harganya hanya Rp 75.000.

Tayang:
Penulis: Tatang Suherman | Editor: Tatang Suherman
Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Dua Alat Rapid Test dari Jabar Masuk Tahap Pengujian, Siap Diproduksi Nassal pada Juli 2020 

"Ini jawaban pemerintah untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat agar ada kewajaran harga," terang Bambang.

Setelah diterapkannya batasan harga maksimum ini, Bambang menyebutkan banyak respons positif dari fasilitas kesehatan yang langsung menurunkan harga.

Para produsen rapid test juga turut menurunkan harga, bahkan ada yang memberikan diskon sehingga harga rapid test semakin murah.

"Itu direspons cukup positif, sekarang ini beberapa fasilitas pelayanan kesehatan menurunkan harga tarifnya."

"Kedua, produsen juga menurunkan di bawah Rp 100 ribu mendekati produk dalam negeri."

"Ada yang dua diskon satu kalau dihitung cuma Rp 72 ribu," ucap Bambang.

Namun ada juga fasilitas kesehatan yang mengeluhkan mengenai aturan baru ini, tapi menurut Bambang hal yang wajar.

"Ada hal positif, ada yang mengeluh, tapi wajar," ungkap Bambang.

Basaran batas tarif tersebut tertera di dalam Surat Edaran No HK.02.02/I/2875/2020, yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo.

Batasan tarif tertinggi ini berlaku bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test antibodi atas pemeriksaan diri sendiri atau mandiri.

Pemeriksaan rapid test antibodi tentunya harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Rapid test merupakan penapisan awal dalam pendeteksian Covid-19.

Caranya, mengambil darah di ujung jari lalu diperiksa dengan alat rapid test, hasilnya bisa keluar dalam hitungan menit.

Hasil pemeriksaan harus tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan PCR, apalagi kalau hasil rapid test-nya reactif, akan dilanjutkan dengan swab di tenggorokan dan hidung untuk lebih diketahui lebih detil virusnya.

Hasil tes PCR memang lebih lama karena lebih detail, yakni sekitar tujuh hari bahkan lebih.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved