Sutinah di Usia 90 Tahun Senang Dapat Bantuan Dampak Covid-19 tapi Sayang Dipotong Rp 500 Ribu

Sutinah (90) menjadi satu dari 31 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST)

handhika rahman/tribunjabar
Sutinah (90) salah seorang Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos yang dipotong oleh oknum aparat desa, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRUBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sutinah (90) menjadi satu dari 31 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang dilakukan pemotongan oleh aparat desa.

Bantuan senilai Rp 600 ribu yang seharusnya ia terima kemudian dipotong Rp 500 ribu oleh aparat desa, sehingga ia hanya menerima Rp 100 ribu.

Kejadian itu terjadi di Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu.

Sutinah mengaku, ia mau memberikan bantuan tersebut karena diiming-imingi bantuan lain senilai Rp 1,8 juta.

Bantuan Rp 1,8 juta ini baru diketahui merupakan kalkulasi dari Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) selama 3 bulan yang bakal diberikan sekaligus oleh pemerintah desa beberapa hari menjelang lebaran.

"Ya sudah saja dikasihkan, lagian nanti juga dapat lagi habis lebaran yang Rp 1,8 juta," ujarnya.

Kendati demikian, dia tidak beri tahu peruntukan untuk apa bantuan yang diminta tersebut.

Paket Bantuan Tak Diantar ke Rumah, Warga Disuruh Ambil Paket ke Kantor Pos Garut

Nenek yang hampir menyentuh usia 1 abad itu juga tidak diberi masukan bahwa ia merupakan warga yang menerima bantuan ganda dan hanya diminta untuk menandatangani surat persetujuan.

Padahal sebelumnya ia mengaku sangat bersyukur bisa mendapat bantuan untuk kali pertama dari pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved