Paket Bantuan Tak Diantar ke Rumah, Warga Disuruh Ambil Paket ke Kantor Pos Garut

Paket bantuan tak diantar ke rumah, warga disuruh mengambil paket ke Kantor Pos Garut.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Warga berdesakan di Kantor Pos Garut mengambil bantuan dari Pemprov. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah warga penerima bantuan Pemprov Jabar harus berdesakan mengambil paket sembako dan uang tunai ke Kantor Pos Garut.

Padahal seharusnya, paket bantuan itu diantarkan oleh petugas Pos atau ojek online.

Salah seorang penerima bantuan, sebut saja Ida (42), warga Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, harus berdesakan untuk masuk ke Kantor Pos.

Ia diminta pihak desa datang langsung ke Kantor Pos untuk mengambil bantuan.

"Disuruh sama desa datang ke sini (Kantor Pos). Ya datang saja ke sini. Tapi pas sampai bingung. Soalnya banyak yang antre. Enggak ada nomor antrean juga," ucap Ida ditemui di Kantor Pos Garut, Jalan Cikuray, Rabu (20/5/2020).

Saat ditanya soal bantuan yang seharusnya diantarkan petugas, Ida mengaku tak mengetahuinya.

Ia hanya tahu jika harus datang ke Kantor Pos untuk mengambil bantuan.

"Enggak tahu yah kalau mau dianterin. Tahunya cuma datang ke Kantor Pos," katanya.

Warga penerima bantuan pun tak mengantre dengan tertib saat akan masuk ke Kantor Pos.

Bahkan, tak ada penerapan jaga jarak atau physical distancing yang dilakukan pihak Kantor Pos.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved