Dadang Suganda, Eks Pedagang Pisang, Untung Rp 30 M di Proyek RTH Kota Bandung, Kini Tersangka KPK

Informasi yang dihimpin, Dadang Suganda lebih dikenal dengan sebutan Dadang Cau (pisang)‎. Semula, dia berjualan pisang atau cau di Pasar Ujungberung

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Rumah Dadang Suganda di Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jumat (14/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dugaan korupsi penganggaran tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) Mandalajati dan Cibiru di Kota Bandung 2012-2013, berinisial Ds alias Dadang Suganda.

Saat ini, Dadang Suganda belum ditahan dan baru dicekal untuk bepergian ke luar negeri.

Tersangka lainnya dalam kasus ini, Herry Nurhayat selaku DPKAD Pemkot Bandung dan dua anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet.

Menurut KPK, Dadang Suganda sebagai pihak yang diperkaya dalam pengadaan RTH ini hingga Rp 30 miliar. Pada 2012-2013, Pemkot Bandung menganggarkan Rp 15 miliar untuk program tersebut.

Ada penambahan anggaran hingga Rp 57 miliar di APBD 2012. KPK menduga, penambahan anggaran itu karena lahan yang dibebaskan, disiapkan dan dibeli dulu dari warga dengan tujuan supaya sejumlah pihak mendapat keuntungan.

Pada September 2012, diajukan penambahan lagi jadi 123,9 miliar dari semula Rp 57 miliar. Dalam proses ini, nyatanya Pemkot Bandung tidak membeli langsung dari pemilik tanah tapi melalui makelar, Kadar Slamet dan Dadang Suganda.

Kadiv PAS Kemenkumham Jabar Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap di Lapas Sukamiskin

Iwa Karniwa Hadirkan Ahli Arsip, Jaksa KPK : Itu Tidak Berkaitan dengan Perbuatan Menerima Suap

Setelah tanah tersedia, Pemkot Bandung membayar Rp 43,6 miliar pada Dadang Suganda. Dadang diduga memberi Rp 13,5 miliar pada pemilik tanah sehingga Dadang diperkaya Rp 30 miliar.

Lantas, siapa Dadang Suganda ini? Tribun menelusuri sosok non ASN dan pejabat negara ini pada Jumat (14/2/2020).

Informasi yang dihimpin, Dadang Suganda, usianya sekira 50-an lebih, asli Kabupaten Tasikmalaya, lebih dikenal dengan sebutan Dadang Cau (pisang)‎. Semula, dia berjualan pisang atau cau di Pasar Ujungberung, Kota Bandung.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved