Pascalongsor, Puluhan Warga Hegarmanah KBB Berobat ke Posko Kesehatan

Puluhan warga Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Pascalongsor, Puluhan Warga Hegarmanah KBB Berobat ke Posko Kesehatan
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Korban longsor berobat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Puluhan warga Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) silih berganti berdatangan ke posko kesehatan setelah longsor menerjang kawasan tersebut.

Pada hari pertama tercatat ada 13 orang dan hari kedua ada 35 orang. Mereka rata-rata mengalami keluhan penyakit sakit kepala, pegal-pegal, bahkan ada yang luka pada sebagian tubuhnya.

Bidan Desa Sukatani, Sinta Lestari mengatakan, keluhan penyakit dari warga itu karena mereka kurang tidur setelah longsor tersebut, sehingga mereka mengalami sakit kepala.

"Mereka kurang tidur karena mungkin khawatir belum tenang (ada longsor susulan), akhirnya pusing dan merasa lemas," ujar bidan yang juga bertugas di Puskesmas Ngamprah ini saat ditemui di posko kesehatan, Kamis (13/2/2020).

Sementara untuk warga yang mengalami luka pada tubuhnya, kata dia, karena mereka terjatuh ketika menyelamatkan diri saat longsor yang menerjang rumah dan area persawahan itu terjadi.

Nikmatnya Chicken Mozarella ala Hotel Santika Cirebon, Kering di Luar Lembut di Dalam

Beruntung, hingga saat ini tidak ada warga yang mengalami luka ataupun sakit parah setelah longsor tersebut, sehingga sejauh ini belum ada warga yang sampai dirujuk ke rumah sakit ataupun puskesmas.

"Masih bisa ditangani disini, paling yang paling parah itu hanya mengalami lecet dan luka-luka pada bagian pelipis akibat lari hingga terjatuh," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk penangan keluhan penyakit warga itu yakni, pemeriksaan tensi darah, pemberian obat-obatan, tetapi jika ada warga yang mengalami sakit parah pasti dirujuk.

"Kalau warga yang masih trauma kami lakukan trauma healing, kemarin ada dan sudah kami motivasi agar mereka bisa kembali merasa tenang," kata Sinta.

Mengapa Indonesia Masih Bebas dari Virus Corona, Begini Kata Ahlinya

Warga setempat Titin Sadiyah (39) mengaku, setiap malam kerap tidak bisa tidur setelah bencana longsor tersebut karena ketika turun hujan deras dirinya kerap merasa tidak tenang.

"Jadi akhirnya saya merasa pusing, pegal-pegal karena masih khawatir terjadi longsor lagi. Sekarang juga saya tinggal dulu di rumah saudara," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved