BPBD Jabar: Warga yang Tinggal Dekat Patahan Lembang Harus Bikin Rumah Tahan Gempa

Berdasarkan pemetaan wilayah BPBD KBB, ada lima kecamatan yang paling terdampak gempa Sesar Lembang

BPBD Jabar: Warga yang Tinggal Dekat Patahan Lembang Harus Bikin Rumah Tahan Gempa
google
Sesar Lembang yang membentang 29 km dari Batu Lonceng sampai Padalarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat meminta warga yang tinggal dekat dengan Patahan Lembang lebih baik membuat rumah yang struktur bangunannya kuat atau rumah tahan gempa.

Hal tersebut sebagai satu bentuk antisipasi agar mereka tidak terdampak dan tidak menjadi korban rerutuhan bangunan akibat sesar Lembang yang saat ini disebut-sebut sudah memicu gempa.

Berdasarkan pemetaan wilayah BPBD KBB, ada lima kecamatan yang paling terdampak gempa Sesar Lembang, mulai dari Kecamatan Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, dan Padalarang.

Kelima wilayah tersebut merupakan lokasi yang paling dekat dengan Patahan Lembang.

"Mereka harus memperhatikan kondisi bangunan, harus membuat bangunan yang sesuai dan layak atau yang tahan dari gempa," ujar Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Jawa Barat, Adwin Singarimbun di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (27/11/2019).

Ia mengatakan, rumah yang sesuai standar dan tahan gempa itu di antaranya di dalam tembok rumah harus terdapat besi beton agar strukturnya kuat atau tidak mudah runtuh ketika terjadi gempa akibat Sesar Lembang.

Gempa Sesar Lembang, Potensi Kerusakan di Kota Cimahi Dikhawatirkan Akan Sangat Masif

Sesar Lembang Mulai Picu Gempa, Lima Kecamatan di KBB Mendapat Perhatian Khusus dari BPBD

"Sebetulnya hal ini yang paling berat, makanya harus mengetahui dan tanyakan ke ahli, bagaimana dampaknya kalau ada pemukiman yang ada pas jalur Sesar Lembang," katanya.

Pihaknya juga saat ini terus melakukan sosialiasi dan mengimbau warga agar tetap waspada terkait gempa Sesar Lembang tersebut. Menurutnya upaya kesiapsiagaan harus tetap dilakukan oleh warga yang pemukimannya dekat dengan patahan lembang.

"Mereka harus waspada, tapi tidak hanya untuk diri sendiri, tapi harus perhatikan juga kondisi-kondisi bangunan rumahnya," ucap Adwin.

Kepala Pelakasana BPBD KBB, Duddy Prabowo, mengatakan, untuk mengahadapi ancaman Sesar Lembang tersebut pihaknya telah menyusun dokumen Rencana dan Konsep (Renkon) yang difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Dokumen Renkon ini, meng-skenariokan apa yang harus dilakukan ketika gempa akibat Sesar Lembang terjadi, nanti semuanya akan tergambarkan dalam dokumen Renkon," katanya.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan karena daerah Bandung Barat, merupakan daerah yang sangat berpotensi terdampak gempa Sesar Lembang, sehingga harus segera dilakukan antisipasi.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved