Anggota DPR Netty Prasetiyani Sebut Banyak Pengangguran Tamatan SMP dan SD di Cirebon

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyebut tenaga kerja asal Cirebon masih belum mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar Cirebon

Anggota DPR Netty Prasetiyani Sebut Banyak Pengangguran Tamatan SMP dan SD di Cirebon
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani (kiri), Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di DPD PKS Kota Cirebon, Jalan Kalitanjung, Kota Cirebon, Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyebut tenaga kerja asal Cirebon masih belum mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar Cirebon.

Padahal, wilayah Cirebon dan sekitarnya tengah berkembang pesat dan menjelma menjadi kawasan penting dalam pembangunan di timur Jawa Barat.

Menurut Netty Prasetiyani, fasilitas lengkap di wilayah Cirebon, di antaranya, kawasan bisnis dan pusat pemerintahan, hiburan masyarakat, industri, pelabuhan, stasiun, dan bandar udara yang menjadi daya dukung pengembangan wilayah.

"Posisi Cirebon sebagai magnitude pembangunan Jawa Barat diperteguh dengan kehadiran BIJB Kertajati Majalengka," kata Netty Prasetiyani setelah Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di DPD PKS Kota Cirebon, Jl Kalitanjung, Kota Cirebon, Senin (25/11/2019).

Ironinya, kata Netty Prasetiyani, besarnya potensi pembangunan itu tidak berbanding lurus dengan kondisi masyarakat.

Istri mantan gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, itu mengatakan Kota dan Kabupaten Cirebon memiliki jumlah penduduk kurang lebih 2,5 juta jiwa.

APBD 2020 Sudah Disahkan, Bupati Cirebon Minta Pembangunan Tak Ditunda Hingga Akhir Tahun

Resmi, APBD Kabupaten Cirebon Sebesar 3,56 Triliun, 70 Persen untuk Belanja Tidak Langsung

Rata-rata lama sekolahnya hanya 9 tahun untuk kota dan 6 tahun untuk kabupaten.

Selain itu, pada 2018 - 2019 tercatat ada 120 ribu pengangguran di Cirebon yang menempatkannya sebagai daerah yang angka pengangguran tertingggi di Jawa Barat.

"Jumlah ini didominasi oleh penganggguran lulusan SMA/SMK, SMP dan SD," ujar Netty Prasetiyani.

Hal itu, menurut dia, tentunya menjadi anomali mengingat Jawa Barat termasuk provinsi yang jumlah lowongan kerjanya terbanyak di Indonesia.

Dari mulai lowongan pekerjaan sebagai manajemen, teknisi dan asisten ahli, operator, usaha jasa, tenaga terampil, pengolahan sampai pekerja kasar.

Karenanya, pihaknya menilai perlu upaya-upaya untuk meningkatkan daya saing para pencari kerja di wilayah Cirebon.

"Ini perlu political will dari Pemda Cirebon untuk mendorong dunia industri dan bisnis memperhatikan warga sekitar untuk direkrut sebagai pekerja," kata Netty Prasetiyani.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved