APBD 2020 Sudah Disahkan, Bupati Cirebon Minta Pembangunan Tak Ditunda Hingga Akhir Tahun

Imron Rosyadi berharap dengan cara itu, SKPD di Kabupaten Cirebon tak lagi banyak melakukan pembangunan pada akhir tahun.

APBD 2020 Sudah Disahkan, Bupati Cirebon Minta Pembangunan Tak Ditunda Hingga Akhir Tahun
Dokumentasi Tribun Jabar
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi saat ditemui di Mapolres Cirebon, Kamis (13/6/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengimbau seluruh SKPD di Kabupaten Cirebon untuk melakukan pembangunan pada awal tahun 2020.

Imron Rosyadi berharap dengan cara itu, SKPD di Kabupaten Cirebon tak lagi banyak melakukan pembangunan pada akhir tahun.

Menurut Imron Rosyadi, SKPD di Kabupaten Cirebon harus mengubah kebiasaan lama dan memulai kebiasaan baru.

"Saya lihat banyak dinas yang menunda-nunda pekerjaan, biasanya dilakukan akhir tahun," kata Imron.

Setelah disahkannya APBD 2020, kata Imron Rosyadi, meminta kepada seluruh pihak untuk membantu pembangunan di Kabupaten Cirebon sehingga tidak terus mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Siapapun yang memiliki jaringan ke pusat atau provinsi, mohon dilob agar pembagian APBD bisa 50:50," kata Imron Rosyadi di Kecamatan Sumber, Minggu (24/11/2019).

Resmi, APBD Kabupaten Cirebon Sebesar 3,56 Triliun, 70 Persen untuk Belanja Tidak Langsung

Penuhi Janji, Wapres Maruf Amin Buka Festival Tajug 2019 di Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon

Rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah ( APBD ) Kabupaten Cirebon 2020, telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Cirebon, di halaman gedung DPRD, Jumat (22/11/2019).

Pada rapat paripurna pembahasan rancangan APBD 30 Agustus lalu‎, Pemerintah Kabupaten Cirebon menghantarkan sebesar Rp 3,53 triliun, namun setelah dilakukan pembahasan oleh DPRD, naik menjadi Rp 3,56 triliun.

Rincian APBD yang telah disahkan oleh DPRD tersebut, yakni Rp 2,43 triliun untuk belanja tidak langsung,‎ Rp 1,26 triliun belanja langsung, Rp 46 miliar pembiayaan daerah, dan penerimaan daerah Rp 58 miliar.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mohamad Lutfhi, mengatakan, APBD 2020 dianggap masih belum berkualitas, karena tidak proporsional, yakni 70 persen untuk belanja tidak langsung dan 30 persen belanja langsung.

"Kami akan dorong ditahun selanjutnya menjadi 40 persen 60 persen, empat tahun kedepan diharapkan 50 persen 50 persen," kata Lutfhi di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (24/11/2019).

Untuk meningkatkan hingga angka 50:50, kata Lutfhi, pemerintah daerah bersama stakeholder harus lebih kreatif lagi untuk menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Cirebon.

Kalau hanya terus mengandalkan dari dana perimbangan, ucap Lutfhi, Kabupaten Cirebon tak akan mungkin melakukan melaksanakan banyak pembangunan.

"Kemudian anggaran dari bantuan Kementerian KL sebisa mungkin tarik ke Cirebon agar lebih banyak lagi. Kami dari DPRD bersama pak bupati, berkomitmen untuk bagaimana anggaran biaya langsung bisa lebih besar lagi ke depan‎," katanya,

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved