SOROT

Ibu Membunuh Bayi di Tasikmalaya dan Harapan Lahirnya Parpol Baru, Hidup Lebih Sejahtera

BAYI perempuan lahir dari seorang ibu di Tasikmalaya. Namun, bayi tanpa dosa itu dipaksa meninggal dunia setelah dibekap oleh ibunya.

Ibu Membunuh Bayi di Tasikmalaya dan Harapan Lahirnya Parpol Baru, Hidup Lebih Sejahtera
dokumentasi
Kisdiantoro

Kisdiantoro, Wartawan Tribun Jabar

BAYI perempuan lahir dari seorang ibu di Tasikmalaya. Namun, bayi tanpa dosa itu dipaksa meninggal dunia setelah dibekap oleh ibunya.

Sang ibu lalu menguburnya seorang diri.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di Desa Cikandra, Ckalong, Kabupaten Tasikmalaya. Karena tak lazim, berita itu pun menggegerkan warga.

Cerita ini sangat kebalikan dengan orang yang menantikan kelahiran bayi. Rasa bahagia sama sekali tak ada. Yang ada malah rasa khawatir dan malu.

Tangani Masalah Kemiskinan, Wakil Wali Kota Minta SKPD Petakan Warga Miskin di Kota Bandung

Sang itu yang diketahui tak bersuami, hamil dari hasil hubungan gelap dengan pria yang telah beristri.
Bayi itu lahir tanpa seorang ayah.

Sang Ibu pun merasa malu jika aib itu diketahui oleh tetangga. Membunuh dan mengubur bayi adalah jalan, yang menurutnya paling baik.

Ternyata setelah jabang bayi lenyap, masalah tidak tuntas. Sebab sang ibu harus berurusan dengan polisi dan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Entah apa alasan cinta terlarang itu bisa berlangsung lama. Bisa saja, karena statusnya yang orangtua tunggal, kebutuhan harian sulit dipenuhi. Maka, ada kalanya bergantung kepada orang lain. Lalu terjalinlah hubungan terlarang itu.
Jika ini alasannya, maka kesejahteraan yang menjadi masalah, sebelum terjerumus ke lubang hitam.

Ada banyak janda di Kabupaten Tasikmalaya. Data dari pengadilan Agama Kabupaten Tasikmalaya, pada 2018 ada 4.061 kasus gugat cerai dan sebanyak 3.258 perkara sudah diputus oleh pengadilan. Artinya, ada sebanyak 3.258 janda di tahun 2018. Tiap tahun angkanya masih ribuan.

Halaman
12
Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved