Pilpres 2019

Adu Mulut Loyalis Prabowo, Kivlan Zen vs Para Loyalis SBY, Memunculkan Istilah 'Setan Gundul'

Menurut Andi Arief, Kivlan Zen mempunyai ambisi kotor dengan menuduh mantan presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai orang yang licik.

Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: taufik ismail
Repro/Kompas TV
Kivlan Zen (kiri) selaku tim negosiator dari Indonesia berjabat tangan dengan pimpinan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari usai pembebasan tiga ABK Indonesia yang disandera kelompok pemberontak Abu Sayyaf sejak 9 Juli 2016 lalu, di Indanan, Sulu, selatan Filipina, Minggu (18/9/2016) pagi. 

"Faktanya, pak Prabowo banyak tidak melakukan apa yang disampaikan oleh Pak SBY. Jadi Pak Prabowo lebih mendengarkan pihak lain," ujar Ferdinand Hutahaean.

Dengan demikian, kata dia, yang terjadi kini hasil pemilu presiden 2019 adalah seperti yang sekarang terlihat.

Untuk itu, Ferdinand Hutahaean menyarankan Kivlan Zen untuk tidak menambah lawan yang baru.

Kini Kivlan Zen diperiksa

Kivlan Zein
Kivlan Zen (tribunnews)

Seusai diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim, Kivlan Zen menganggap kasus tuduhan makar kepada dirinya telah selesai.

Diketahui, Kivlan Zen diperiksa selama 5 jam dan dicecar sekira 26 pertanyaan oleh penyidik.

"Saya anggap ini sudah selesai, Insya Allah ini baik-baik saja," ujar Kivlan Zen, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Ia juga menyampaikan kepercayaan dan profesionalitas Polri, terutama dalam penanganan kasusnya.

 Loyalis SBY Buka-bukan soal Suara Prabowo di Internal Partai Demokrat, Hasilnya Tak Buruk-buruk Amat

"Saya percaya kepada Polri sebagai profesional dan sesama teman perjuangan saya dalam melindungi bangsa, Polri dan TNI adalah kawan saya," kata dia.

Di sisi lain, ia juga berharap pemberitaan terhadap dirinya agar proporsional dan tidak ada pemberitaan macam-macam.

"Saya harap pemberitaan ini adalah proposional dan benar jangan nanti saya dibuat-buat lagi, macam-macam lah. Saya percaya media berkata yang benar. Jangan berita mau ke Singapura, ke Brunei, ke Jerman, janganlah bahas saya mau melarikan diri," ujar Kivlan Zen.

Saran dari Hendropriyono

Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono
Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono (Kolase Tribun Jabar (Tribunnews/Irwan dan Kompas/Yoga))

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono pun turut mengomentari pemberitaan dugaan makar yang dilakukan Kivlan Zen tersebut.

Menurut Hendropriyono, Kivlan Zen harus menyesuaikan diri sebagai warga sipil setelah pensiun dari institusi Tentara Nasional Indonesia ( TNI ).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved